Jakarta, tvOnenews.com - Tim Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan aksi penyelamatan darurat dengan mengevakuasi sarang tawon vespa yang bersarang di pemukiman padat penduduk, Minggu (8/2).
Keberadaan sarang lebah predator tersebut sebelumnya sempat membuat warga di Kampung Kopo, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, merasa terancam keselamatannya.
Petugas Reaksi Cepat Damkar Cianjur, Nurjanah, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari pemilik rumah dan warga setempat yang merasa resah.
"Sarangnya cukup besar sebesar baskom, jenis tawon vespa cukup berbahaya karena dapat menyebabkan korban meninggal dunia, sehingga kami lakukan evakuasi agar tidak menyerang pemilik rumah dan warga sekitar," ujar Nurjanah di Cianjur.
Nurjanah menambahkan bahwa tugas menghadapi serangga berbahaya ini bukanlah hal baru bagi timnya.
Selama ini, banyak laporan serupa yang masuk ke Damkar, terutama dari wilayah Cianjur bagian selatan.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat sengatan tawon di wilayah tersebut, seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
Menariknya, keahlian Nurjanah dalam menangani hewan berbahaya ini didapatkan dari pengalaman lapangan secara mandiri bersama rekan sejawatnya. Kini, ia sudah terbiasa menjinakkan hingga membasmi lebah yang bisa mengancam nyawa.
"Saya belajar secara otodidak melihat rekan kerja dalam setiap penanganan hewan berbahaya termasuk tawon vespa, dimana sarangnya cukup besar dan ini bukan pertama kali kami lakukan," tuturnya.
Tak hanya ahli dalam urusan tawon, Nurjanah bersama Tim Reaksi Cepat Damkar Cianjur juga sering dipanggil untuk mengevakuasi berbagai jenis ular, mulai dari yang tidak berbisa hingga jenis yang sangat mematikan.
Meski risiko yang dihadapi sangat besar, Nurjanah mengaku proses evakuasi tawon seringkali dilakukan dengan perlengkapan yang sangat sederhana tanpa baju anti-sengat khusus.
"Saat mengevakuasi tawon vespa tidak ada pakaian khusus hanya baju pelindung atau wearpack, helm, dan sarung tangan biasa, botol plastik bekas berisi bensin, dan gergaji buat memotong sarang tawon," ujarnya. (ant/dpi)

