VIVA – Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berinisial R (41) mengaku menjadi korban penganiayaan usai menghadiri acara Maulid Nabi di Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu malam, 21 September 2025 lalu.
Ia menyebut kekerasan itu terjadi setelah dirinya digiring secara paksa ke sebuah ruangan oleh sekelompok orang, termasuk oleh Habib Bahar.
Pengakuan tersebut disampaikan R melalui rekaman video yang beredar di media sosial dan diunggah akun TikTok @ansor.banser.tuah. Dalam keterangannya, ia menuturkan kronologi dugaan pengeroyokan yang dialaminya usai acara berlangsung.
- Pixabay
R mengaku awalnya ditarik ke dalam ruang panitia sebelum mengalami pemukulan.
“Awalnya itu saya ditarik ke dalam ruang panitia. Di situ langsung dikeroyok, dipukulin,” ujar R, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut pengakuannya, aksi kekerasan itu dilakukan lebih dari sepuluh orang. Ia juga secara tegas menyebut nama Habib Bahar turut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Anggota Banser itu mengaku tidak hanya dipukul. Ia menyebut mulutnya sempat ditutup, kepalanya disiram air, dan tubuhnya disundut rokok.
“Terus saya dibawa sama Habib Bahar ke kamar, di situ lebih parah lagi. Mulut saya dibekep, terus disiram air, ada yang nyundut juga pakai rokok,” ungkapnya.
Selain itu, R juga mengaku mendapat ancaman serius terhadap keselamatannya. Ia menyatakan sempat ditodong senjata tajam di bagian leher.
“Sempat ditodong golok di leher, katanya mau dibunuh, mau dimutilasi. Itu Bahar yang ngomong,” ujarnya.
Usai rangkaian dugaan kekerasan tersebut, R mengaku dibawa ke kantor polisi oleh Bahar. Ia menduga langkah itu dilakukan untuk membuat laporan lebih dulu terhadap dirinya.
“Saya diantarin ke kantor polisi sama si Bahar. Dia yang bikin laporan katanya saya provokasi,” kata R.
Duduk Perkara R dianiaya Habib Bahar
- Istimewa
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Awaludin Kanur mengatakan kasus bermula ketika Habib Bahar mendatangi sebuah acara di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu, 21 September 2025 untuk berceramah.
Berdasarkan keterangan saksi mata, korban R menghampiri Habib Bahar untuk bersalaman, namun langkahnya dicegah oleh pengawal karena dituduh hendak "mencolok mata" Habib Bahar. Sontak tuduhan itu memicu keributan dan korban ditarik sejumlah pria hingga dikeroyok. Handphone dan motor korban kabarnya juga diamankan pelaku.




