Mengenal Sejarah Barongsai, Pertunjukan yang Selalu Ada saat Momen Perayaan Tahun Baru Imlek

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDInilah sejarah Barongsai. Pertunjukan yang selalu ada saat momen perayaan tahun baru Imlek.

Barongsai merupakan salah satu atraksi yang hampir selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Oleh karena itu, pertunjukan barongsai kerap dianggap sebagai simbol yang melekat pada momen Imlek.

Biasanya, barongsai menampilkan berbagai aksi menarik di ruang-ruang publik. Barongsai sendiri adalah seni tari tradisional yang berasal dari budaya masyarakat Tionghoa.

Tarian penuh atraksi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian acara yang memeriahkan perayaan Imlek.

Mengenal Sejarah Barongsai

Barongsai atau tarian khas etnis Tionghoa tidak hanya berkembang di Tiongkok, tetapi telah diwariskan secara turun-temurun hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Mengacu pada laman kemdikbud.go.id, barongsai menjadi salah satu pertunjukan yang hampir selalu ditampilkan dalam perayaan Imlek.

Para penari barongsai mengenakan kostum yang menyerupai wujud singa. Umumnya, satu kostum barongsai dimainkan oleh dua orang penari.

Satu penari berperan menggerakkan kepala singa dengan topeng khusus, sementara penari lainnya berada di bagian belakang sebagai kaki barongsai. Istilah “barongsai” sendiri dikenal secara khusus di Indonesia.

Kata barongsai berasal dari gabungan kata “Barong” yang diambil dari istilah Barong dalam budaya Bali, serta kata “Sai” dari bahasa Hokkian yang berarti singa. Di negara asalnya, Tiongkok, tarian ini dikenal dengan sebutan “Wu Shi” dan secara internasional disebut sebagai “Lion Dance”.

Barongsai mencerminkan proses perpaduan budaya antara tradisi Tionghoa dan unsur budaya Indonesia. Kesenian ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2010.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, singa dipandang sebagai lambang keberanian, kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan. Karena itu, pertunjukan barongsai saat Imlek diyakini berfungsi untuk mengusir energi negatif serta membawa keberuntungan dan kemakmuran.

 

Tarian barongsai diiringi musik yang enerjik dengan alat musik khas seperti simbal, gong, dan terompet.

Iringan musik tersebut membuat suasana pertunjukan semakin semarak. Atraksi barongsai tidak hanya digelar di vihara, kelenteng, atau kawasan pecinan, tetapi juga sering ditampilkan di ruang terbuka dan pusat perayaan Imlek, seperti lapangan dan pusat perbelanjaan.

Sejarah Perayaan Tahun Baru Imlek

Melansir dari Tribunnnews.com, Tahun Baru Imlek adalah sebutan umum untuk perayaan pergantian tahun berdasarkan kalender lunar (kalender Bulan). Di banyak negara, istilah Tahun Baru Imlek lebih populer digunakan dibandingkan sebutan Tahun Baru China atau Festival Musim Semi.

Perayaan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-14 SM, pada masa Dinasti Shang, dan memiliki latar belakang sejarah yang sarat dengan legenda. Dalam mitologi Tionghoa, asal-usul Imlek dikaitkan dengan kisah perlawanan terhadap monster bernama Nian, yang dalam bahasa China berarti “tahun”.

Konon, setiap pergantian tahun, masyarakat desa menggantung lentera merah dan menyalakan petasan untuk menakut-nakuti Nian hingga akhirnya makhluk tersebut tidak pernah muncul lagi. Itulah sebabnya, hingga kini perayaan Imlek identik dengan hiasan lampion dan ornamen berwarna merah yang digantung di berbagai tempat. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Tembus 79,9%, Kinerja Kejagung Jadi Faktor Penentu
• 8 jam laluokezone.com
thumb
80 Kloter Jamaah Haji Jabar 2026, Separuhnya akan Berangkat dari Bandara Kertajati
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pasar Tunggu Rilis Data Global & Domestik, IHSG Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Sungai di Serpong Diduga Tercemar Bahan Kimia
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Studi: Konsumsi Air Berkualitas Bantu Jaga Hidrasi dan Konsentrasi
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.