Spalletti Usai Juventus vs Lazio 2-2: Hadapi Tekanan dan Nikmati Tantangan

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, meminta anak asuhnya untuk tidak takut menghadapi tekanan setelah timnya berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Lazio. Sempat tertinggal dua gol, Si Nyonya Tua menunjukkan karakter kuat untuk bangkit dan mengamankan satu poin di Allianz Stadium.

Juventus sempat terancam mengulangi mimpi buruk kekalahan 0-3 dari Atalanta di Coppa Italia tengah pekan lalu. Meski mendominasi laga dengan 33 tembakan, gawang mereka justru bobol dua kali lewat aksi Pedro dan Gustav Isaksen. Namun, sundulan Weston McKennie dan gol telat Pierre Kalulu berhasil menyelamatkan muka tuan rumah di penghujung laga.

Membela Kesalahan Pemain

Menanggapi banyaknya kesalahan individu yang berujung gol lawan musim ini, Spalletti justru pasang badan untuk para pemainnya. Menurutnya, kesalahan adalah risiko dari gaya main agresif yang ia tuntut.

Baca juga : Maurizio Sarri Menyesal dan Bangga saat Hasil Imbang Juventus vs Lazio

"Ini mungkin kesalahan dari tuntutan yang kami berikan kepada para pemain," ujar Spalletti kepada DAZN Italia. "Saya meminta mereka untuk segera memainkan setiap bola yang berhasil direbut, bukan membuangnya. Kami harus mencoba keluar dari tekanan dengan cara kami sendiri dan menambah kualitas pada sepak bola kami."

Terkait kesalahan Manuel Locatelli yang berujung gol pertama Lazio, Spalletti menegaskan hal itu tidak mengubah pandangannya. "Kesalahan bisa terjadi. Locatelli adalah salah satu pemain terbaik kami musim ini, jadi kehilangan bola sekali tidak merusak segalanya. Itulah sepak bola."

Kecepatan vs Kekacauan

Spalletti menyoroti reaksi timnya saat tertinggal dua gol. Ia memuji semangat juang anak asuhnya, namun memberikan catatan penting soal ketenangan di lapangan.

Baca juga : Juventus vs Lazio: Gol Menit Akhir Kalulu Selamatkan Bianconeri

"Apa yang harus kami bangun adalah reaksi tim dan performa secara keseluruhan. Saat tempo meningkat dan kami berjuang bangkit dari ketertinggalan dua gol, kita tidak boleh membiarkannya menjadi panik. Kita perlu mempercepat keadaan, tapi jangan kacau. Hari ini kami masih terlalu panik dalam situasi yang seharusnya bisa dikembangkan lebih baik."

Bagi Spalletti, meningkatkan tempo permainan bukan berarti membiarkan kekacauan terjadi di dalam lapangan.

Menikmati Ujian di Level Tertinggi

Filosofi Spalletti menekankan bahwa momen tersulit adalah ujian sebenarnya bagi seorang atlet top. Ia ingin para pemain Juventus belajar menikmati situasi ketika rencana tidak berjalan mulus.

"Kita harus hidup di dalam tekanan, itulah kegembiraan sepak bola. Saat Anda harus membalikkan skor 2-0 di awal babak kedua, padahal itu bukan rencana kita sama sekali. Di situlah Anda menguji diri sendiri dan melihat apakah Anda mampu menangani ketegangan di level atas," tegasnya.

Spalletti menutup dengan keyakinan bahwa karakter tim terlihat saat segala sesuatunya berjalan salah namun pemain tetap memiliki kepala dingin untuk membuat keputusan. "Tim ini membalikkan situasi yang sangat sulit dan memberikan performa hebat, jadi kami melangkah maju dengan perasaan tenang."

Laga ini juga diwarnai insiden unik saat jeda, di mana Francisco Conceicao yang semula disiapkan untuk masuk justru mengalami cedera saat pemanasan, memaksa Edon Zhegrova untuk masuk tanpa persiapan matang. (football-Italia/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bitcoin Bangkit ke Atas USD70.000, Pasar Menanti Arah Data Ekonomi AS
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Percakapan Kripto Ramai di 2025, Nilai Transaksi Justru Menurun: Ada Apa?
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Danantara Bangun Peternakan Ayam, Asosiasi Minta Mitigasi Kelebihan Pasokan
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Dubes Indonesia untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Subroto
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.