Jakarta, tvOnenews.com – Cristian Chivu memilih bersikap tenang setelah Inter Milan meraih kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia, Senin (09/02/2026) dini hari WIB. Di balik skor besar tersebut, pelatih Nerazzurri itu menegaskan bahwa sikap lapar dan mentalitas tim jauh lebih penting dibandingkan sekadar hasil di papan skor.
Inter Milan tidak langsung mendominasi pertandingan sejak awal. Sassuolo justru tampil agresif pada menit-menit pembuka dan sempat memaksa Inter bertahan lebih dalam dari biasanya.
Tekanan awal dari tuan rumah menjadi ujian tersendiri bagi Inter. Namun, Nerazzurri mampu melewati fase sulit tersebut sebelum perlahan mengambil alih kendali permainan.
Berbicara kepada Sky Sport, Chivu menyoroti bagaimana timnya merespons situasi tersebut. Ia menilai cara para pemain bertahan dan membaca permainan menjadi bukti kematangan Inter.
Menurut Chivu, kemampuan memahami momen pertandingan merupakan salah satu indikator perkembangan tim. Inter dinilai semakin dewasa dalam mengelola ritme dan tekanan, terutama saat lawan mencoba menekan sejak awal laga.
“Ini menunjukkan pertumbuhan dan kedewasaan kami,” ujar Chivu. Ia menekankan pentingnya bertahan dari tekanan awal tanpa kehilangan fokus terhadap rencana permainan.
Chivu juga menyoroti efektivitas Inter di depan gawang. Gol pembuka yang lahir dari peluang pertama dinilainya menjadi titik balik penting dalam jalannya pertandingan.
“Kami belajar untuk lebih konkret di depan gawang,” lanjutnya. Ia menilai detail-detail kecil seperti pengambilan keputusan dan ketenangan menjadi pembeda di level tertinggi.
Pelatih asal Rumania tersebut tidak menampik bahwa pendekatan Sassuolo sempat merepotkan. Permainan vertikal cepat tuan rumah yang diperkuat kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, memaksa lini belakang Inter bekerja ekstra keras.
“Mereka membuat kami kesulitan di awal dengan permainan langsung mereka,” kata Chivu. Ia mengakui bahwa fase tersebut membutuhkan konsentrasi penuh dari seluruh pemain.
Meski demikian, Inter mampu membaca perubahan momentum dengan baik. Chivu menilai kemampuan tim untuk mengetahui kapan harus bertahan dan kapan harus menyerang menjadi kunci keberhasilan.
“Mengetahui kapan harus menderita dan kapan harus menyerang adalah bagian dari proses perkembangan,” ujarnya. Menurut Chivu, hal tersebut tidak bisa didapat secara instan.



