Video Dugaan Penyekapan Karyawan Ekspedisi di Sunter Viral, Polisi Beri Penjelasan

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video yang menarasikan dugaan penyekapan terhadap lima karyawan ekspedisi di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram @simpul.kepri dan disebut terjadi pada Minggu (8/2/2026) di salah satu gudang ekspedisi.

Dalam rekaman itu, tampak dua karyawan terbaring tidur dan tiga lainnya duduk di antara tumpukan kardus di dalam gudang. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan terlihat dalam kondisi lemas.

Baca juga: Mengaku Polisi, Komplotan Perampok Diduga Sekap Korban dan Bawa Kabur Motor di Pondok Gede

Dalam video, perekam terdengar menanyai para karyawan terkait kondisi mereka.

"Sudah berapa hari, Pak?" tanya perekam video.

"Kemarin," jawab salah seorang karyawan yang diduga disekap.

Perekam kemudian menanyakan apakah kelima karyawan tersebut diberi makan. Dua di antara mereka menjawab belum mendapatkan makanan.

Menanggapi video yang beredar luas tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro menjelaskan peristiwa itu bermula dari dugaan penggelapan barang yang dilakukan oleh sopir ekspedisi.

"Dikarenakan pihak ekspedisi mengganti kerugian kepada konsumen maka pihak ekspedisi meminta pertanggungjawaban kepada karyawan-karyawan ini," ujar Handam saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Handam mengatakan, setelah menerima aduan, kepolisian mendatangi gudang yang diduga menjadi lokasi penyekapan. Namun, hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan adanya penyekapan sebagaimana yang dinarasikan dalam video viral tersebut.

"Pada saat anggota kami ke TKP posisi mereka berada di ruang kerja bersama pihak manajemen dan security. Posisi ruangan juga tidak terkunci," ungkap Handam.

Baca juga: Warga Sebut Agensi yang Sekap 3 Calon ABK di Muara Baru Sudah Sering Beraksi

Ia menambahkan, pihak perusahaan ekspedisi telah berkomunikasi dengan para karyawan serta keluarga mereka, dan sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

"Terjadi komunikasi antara pihak ekspedisi dengan karyawan dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan," kata Handam.

Selain itu, Handam menyebutkan, hingga kini tidak ada laporan resmi yang dibuat oleh keluarga kelima karyawan terkait dugaan penyekapan tersebut.

"Laporan call center Polri 110-nya terkait dugaan penyekapan namun secara resmi keluarga tidak ada yg membuat laporan polisi di Polsek ataupun Polres," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski demikian, Handam menegaskan kepolisian tetap melakukan pendalaman terhadap kasus ini, baik terkait dugaan penggelapan maupun dugaan penyekapan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

"Kami akan tetap melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut baik terkait dengan dugaan penggelapan maupun berita berkembang terkait penyekapan," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirut KAI Sebut Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh Sudah Ada Solusinya
• 7 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Video: Prabowo Percepat Transisi Energi, Angkutan LNG Dorong Ekspansi
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kerugian Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Capai Rp 2 Miliar
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Foto: Ribuan Pelikan Kuasai Langit Djoudj di Sinegal
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ramalan Zodiak, 10 Februari 2026: Keuangan Boncos, Asmara Bikin Pusing!
• 10 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.