Kerugian Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Capai Rp 2 Miliar

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kebakaran gudang pestisida di wilayah Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (9/2/2026) dini hari menimbulkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

"Kurang lebih kalau menurut pemiliknya itu Rp 2 miliar," ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, saat dikonfirmasi, Senin.

Ia mengatakan, peristiwa kebakaran gudang pestisida tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 04.30 WIB.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Tolak Laporkan Pedagang yang Acungkan Golok Saat Penertiban PKL

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Kebakaran terjadi jam 4.30 WIB dan pasukan kita langsung diterjunkan ke lokasi,” ujarnya.

Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel mengerahkan sedikitnya 14 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk bantuan dari wilayah BSD serta unit tangki penyuplai air.

“Unit kita ada 14 unit, dari BSD dua unit dan ditambah tangki penyuplai dua unit,” ucap Omay.

Menurut Omay, objek yang terbakar merupakan satu gudang penyimpanan pestisida.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Emak-emak di Depok Geruduk Rumah Penipu Modus Jual Sembako Murah

Danton Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel, Sahroni, menambahkan, pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena material yang terbakar merupakan bahan kimia berbahaya.

"Bahan yang terbakar itu pestisida, bahan kimia. Asapnya tebal dan beracun, sehingga petugas tidak bisa langsung mendekat," kata Sahroni.

Selain itu, sebagian pestisida dikemas dalam kaleng yang berpotensi menimbulkan letupan saat terpapar panas tinggi. Pemadaman pun harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Kaleng pestisida kalau panas bisa menimbulkan letusan. Bukan ledakan besar, tapi tetap berbahaya, makanya pemadaman dilakukan pelan-pelan," jelas dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sahroni menambahkan, saat ini api sudah dapat dikendalikan, tetapi pendinginan masih dilakukan, terutama di bagian belakang gudang yang berisi tumpukan pestisida di atas palet.

"Apinya sudah kami kendalikan. Sekarang masih pendinginan, terutama di bagian belakang bangunan," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Usut Kasus Pelajar Siram Air Keras di Cempaka Putih, Korban Alami Luka di Mata
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Pemkab Bengkulu Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan selama Tiga Hari
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Alasan Dana Syariah Indonesia Mengalami Gagal Bayar
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Para Penghuni Zona Merah BRI Super League Mulai Bangkit, Persaingan Lolos Degradasi Bakal Semakin Sengit?
• 3 jam lalubola.com
thumb
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tegaskan Perlindungan Hukum Bagi Kebebasan Pers
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.