Keunggulan Wuling Eksion Dibanding SUV Listrik dan Hybrid Lain, Powertrain Fleksibel untuk Indonesia

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wuling Eksion menempati posisi unik di segmen SUV keluarga menengah Indonesia karena menghadirkan dua opsi elektrifikasi sekaligus, EV murni dan PHEV dalam satu nama model, sesuatu yang masih jarang ditemui di pasar domestik saat ini.

Pendekatan ini memberi konsumen fleksibilitas mobilitas yang lebih besar, terutama di tengah kondisi infrastruktur pengisian listrik yang belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok negeri.

Di satu sisi, varian EV (Electric Vehicle) dari Eksion cocok bagi pengguna yang ingin berkendara tanpa emisi gas buang dan memaksimalkan penggunaan energi listrik di lingkungan urban atau komuter harian.

Sebaliknya, varian PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle) menjadi alternatif menarik bagi mereka yang memiliki mobilitas lintas kota atau sering melakukan perjalanan jauh tanpa tergantung sepenuhnya pada stasiun pengisian.

Konsep PHEV sendiri menggabungkan motor listrik dan mesin bensin sehingga saat baterai habis atau belum sempat diisi, kendaraan dapat tetap berjalan dengan memanfaatkan mesin konvensional.

Strategi dual powertrain ini memberi Wuling Eksion keunggulan daya saing tersendiri dibanding SUV lain yang umumnya hanya menawarkan EV 100% murni atau hybrid biasa, tanpa opsi dua karakter dalam satu model.

Spesifikasi teknis Wuling Eksion EV mencakup motor listrik dengan tenaga puncak sekitar 150 kW (204 PS) dan torsi 305 Nm, yang mampu memberikan akselerasi responsif serta karakter berkendara halus.

Baca Juga: Neta U 2026: SUV Listrik 610 km di Segmen Rp400-600 Jutaan, Bisa Kalahkan BYD dan Wuling?

Baterai lithium-ion yang digunakan pada versi EV mampu mendukung jarak tempuh harian hingga 450 km berdasarkan standar pabrikan, angka yang kompetitif untuk SUV listrik di kelas menengah.

Sementara itu, versi PHEV dari Eksion dilengkapi kombinasi motor listrik dan mesin bensin 1.5L yang menghasilkan tenaga keseluruhan sekitar 160–180 PS dengan torsi puncak mencapai 300–320 Nm, tergantung konfigurasi yang dipilih.

Baterai PHEV sendiri dapat diisi dari listrik eksternal untuk penggunaan mode listrik murni sejauh 70–90 km, setelah itu mesin bensin mengambil peran untuk jarak tempuh lebih jauh.

Kombinasi tersebut membuat varian PHEV relevan bagi keluarga urban yang ingin efisiensi energi tanpa harus khawatir dengan ketersediaan SPKLU saat touring lintas provinsi.

Interior Eksion dirancang lapang dengan fokus ergonomis keluarga, termasuk kabin yang lega, ruang bagasi multifungsi, serta konsol tengah yang intuitif untuk kenyamanan penumpang dan pengemudi.

Fitur hiburan dan konektivitas standar di kedua varian mencakup layar infotainment besar, konektivitas smartphone, serta rangkaian bantuan pengemudi modern yang relevan untuk keamanan berkendara.

Dalam hal harga, Wuling Indonesia memposisikan Eksion secara kompetitif untuk meraih pangsa pasar SUV keluarga menengah.

Harga estimasi yang beredar menunjukkan bahwa varian EV Eksion diprediksi berada di kisaran Rp550–650 jutaan untuk pasar domestik saat rilis resmi.

Sementara varian PHEV yang membawa teknologi dual-mode cenderung dibanderol sedikit lebih tinggi, diperkirakan sekitar Rp650–750 jutaan tergantung paket fitur dan opsi tambahan.

Rentang harga ini membuat Eksion bersaing dengan SUV listrik murni lain seperti MG ZS EV atau BYD Atto 3 di sisi EV, namun memberi opsi lebih luas dibanding rival yang hanya punya satu powertrain.

Jika dibandingkan hybrid biasa di segmen SUV, PHEV Eksion menawarkan kelebihan jarak tempuh listrik yang tidak dimiliki banyak hybrid konvensional, sehingga biaya energi bisa lebih efisien di pola penggunaan harian.

Dari sisi biaya operasional, pengguna varian EV bisa memanfaatkan tarif listrik yang lebih murah dibanding konsumsi BBM, sementara pengguna PHEV bisa menikmati kombinasi biaya listrik rendah dan fleksibilitas mesin bensin.

Fleksibilitas konfigurasi ini menjadikan Wuling Eksion relevan di pasar Indonesia yang infrastruktur charging-nya masih beragam antar daerah.

Lebih jauh, pilihan dua powertrain dalam satu model memberi konsumen kendali penuh dalam menentukan model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas urban maupun lintas kota.

Wuling Eksion pada akhirnya tidak hanya menjadi simbol elektrifikasi modern, tetapi juga model yang adaptif terhadap kondisi nyata konsumen Indonesia, sekaligus memberi alternatif rasional dibanding kompetitor yang lebih terpaku pada satu bentuk elektrifikasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Laboratorium Biologi Ilegal Ditemukan di AS, Diduga Terkait dengan Tiongkok, Picu Kekhawatiran
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
JK Dukung Rencana Pramono Bangun Banyak Rusun di Jakarta, Minta Warga Tak Banyak Protes
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
5 Camilan Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Lemak di Tubuh
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhub Siapkan Mudik Gratis 2026, Ribuan Kuota Siap Dibuka
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Inkonsistensi Permainan Jadi Masalah Pacific Caesar di IBL 2026
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.