Baru-baru ini, aparat penegak hukum Amerika Serikat menemukan sebuah laboratorium biologi ilegal yang tersembunyi di sebuah rumah tinggal di Negara Bagian Nevada. Di lokasi tersebut, petugas mendapati lemari pendingin dan berbagai wadah yang menyimpan cairan tidak dikenal. Penyelidikan awal menunjukkan kasus ini sangat mirip dengan insiden yang terjadi di California tiga tahun lalu, bahkan diduga melibatkan orang Tionghoa yang sama.
EtIndonesia. Pada 31 Januari, Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas (LVMPD) menemukan sebuah laboratorium biologi ilegal di dalam garasi sebuah rumah tinggal. Di lokasi itu terdapat beberapa lemari pendingin, wadah berisi cairan tak dikenal, serta berbagai peralatan laboratorium lainnya. Seorang pria berusia 55 tahun bernama Ori Solomon ditangkap dan didakwa atas pembuangan serta pelepasan limbah berbahaya secara ilegal.
Tim taktis kepolisian mengumpulkan lebih dari 1.000 barang bukti yang kemudian dikirim ke laboratorium FBI untuk dilakukan pengujian.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pemilik rumah tersebut adalah Zhu Jiabei, orang yang sama yang ditangkap pada tahun 2023 terkait kasus laboratorium di Reedley, California, dan juga merupakan buronan Kanada.
Pihak berwenang menyatakan bahwa barang-barang yang ditemukan di rumah di Las Vegas “memiliki tampilan yang konsisten dengan barang-barang yang ditemukan dan dijelaskan dalam penyelidikan laboratorium Reedley di California.” Dalam kasus tersebut, penyidik sebelumnya menyita bahan-bahan yang diduga berkaitan dengan penyakit menular yang berpotensi berbahaya, termasuk hepatitis, COVID-19, HIV, dan malaria.
Wartawan investigasi senior Epoch Times edisi Inggris, Joshua Philipp, mengatakan bahwa kasus ini sangat tidak biasa.
“Ini adalah kasus yang sangat aneh. Otoritas California sempat turun tangan menyelidiki. Publik mungkin pernah mendengar bahwa virus Ebola ditemukan di sebuah laboratorium milik warga Tionghoa di California. Namun kenyataannya, tidak satu pun sampel tersebut pernah diuji. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak pernah menguji sampel apa pun yang diminta oleh pejabat setempat,” ujarnya.
“Kasus ini akhirnya menguap begitu saja, dan semua sampel dimusnahkan. Mereka mengklaim menggunakan lebih dari 1.000 tikus ‘humanized’ untuk eksperimen, sebagai bagian dari proses pembuatan alat uji COVID-19 palsu,” katanya.
Zhu Jiabei sebelumnya ditangkap atas dugaan memberikan pernyataan palsu serta melakukan produksi dan penjualan perangkat medis palsu secara ilegal. Laporan investigasi dari Komite Khusus DPR AS untuk Masalah Partai Komunis Tiongkok (Select Committee on the Chinese Communist Party) menyebutkan bahwa Zhu memiliki hubungan keuangan dengan entitas yang terkait dengan pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Joshua Philipp menambahkan, “Tidak diragukan lagi, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa individu-individu yang memiliki keterkaitan dengan PKT telah mendirikan laboratorium di Amerika Serikat dengan standar keamanan yang sangat rendah, kualitas yang buruk, dan kemungkinan mengandung patogen berbahaya. Mereka melakukan eksperimen pada tikus humanized, yang berarti mereka sedang mengembangkan sesuatu yang berpotensi menular ke manusia.”
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat.




