Grid.ID - Kronologi bocah 6 tahun WNI (Warga Negara Indonesia) tewas di Singapura gegerkan publik. Usut punya usut, sang bocah rupanya tewas usai ditabrak mobil.
Bahkan sang ibu (33) kini juga masih dalam kondisi kritis usai mengalami luka berat. Kejadian nahas tersebut terjadi di area parkir samping Kuil Relik Gigi Buddha, kawasan Chinatown, Singapura, Jumat (6/2/2026).
Kronologi Bocah 6 Tahun WNI Tewas di Singapura
Peristiwa ersebut diketahui dari keterangan saksi terjadi sekitar pukul 11.50 waktu setempat. Dimana korban dan sang ibu tengah berjalan di area parkir South Bridge Road.
Dan disaat bersamaan, muncul mobil yang dikendarai wanita berusia 38 tahun tampak sedang keluar dari tempat parkir. Namun saat itu, sang pengemudi diduga tidak memperhatikan kondisi jalan saat akan berbelok dan tak melihat keberadaan korban.
"Wanita itu sedang mengemudi keluar dari tempat parkir. Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya," Nguyen Thi Hanh selaku saksi dikutip Grid.ID dari Asia One, Senin (9//2/2026).
"Dia hanya melihat ke kiri ketika dia berbelok ke kanan," imbuhnya.
Dan imbas keteledoran dari sang pengemudi, mobil yang dikendarai pelaku langsung menghantan tubuh ibu dan anak itu. Setelahnya, ayah korban langsung tiba di lokasi sekitar dua menit usai tabrakan terjadi.
Sang ayah bahkan disebut saksi langsung memeluk erat tubuh putrinya yang sudah tak berdaya di atas aspal. Mengerikannya lagi, sang istri juga tampak tergeletak tak sadarkan diri.
Sontak saja, saat hal itu berlangsung, beberapa pejalan kaki, termasuk seorang tenaga medis berpakaian seragam bedah, langsung berlari memberikan bantuan darurat sembari menunggu ambulans tiba.
Petugas medis dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) sempat melakukan prosedur resusitasi jantung paru (CPR) untuk menyelamatkan nyawa bocah tersebut sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH).
Usai kejadian, pengemudi mobil itu sempat keluar dari kendaraan dalam kondisi panik. Namun ia mengeluarkan pernyataan seolah tak mau disalahkan.
"Pengemudi itu keluar dan berusaha membela diri dengan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah," ungkap saksi.
Setelahnya, kondisi sang bocah yang diketahui berinisial S (6) tak bisa terselamatkan dan meninggal dunia. Dalam pernyataan keluarga, S bahkan sudah dibawa ke Tanah Air dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
"Untuk almarhumah, telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir dan membutuhkan dua malam untuk proses pemulangannya ke Indonesia," terang pihak keluarga dikutip dari Kompas.com.
Sedangkan sang ibu saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit di Singapura usai mengalami cidera serius. Sementara itu, terkait kronologi bocah 6 tahun WNI yang tewas usai ditabrak, pihak kepolisian Singapura telah menerima laporan kecelakaan di sepanjang South Bridge Road tersebut sekitar pukul 11.50 waktu setempat.
"Dua pejalan kaki perempuan, berusia 6 dan 31 tahun, dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sadar. Namun, korban berusia enam tahun kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit," ujar polisi.
Akibat insiden ini, polisi telah menahan pengemudi mobil atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar hingga mengakibatkan kematian orang lain. (*)
Artikel Asli



