jpnn.com, JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggarakan World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF) di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana damai dan penuh suka cita dengan menghadirkan berbagai forum lintas agama, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
BACA JUGA: Hadiri Annual Meeting Idepreneurs, Sultan: Harus Berdampak Nyata Hingga ke Desa dan Pesisir
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan DPD RI beruntung kembali dipercaya sebagai ruang pertemuan tokoh lintas agama, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
“Ini sudah tahun kedua DPD RI dipercaya menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh lintas agama,” ujarnya.
BACA JUGA: Ketua DPD RI Fasilitasi Pertemuan Tokoh Lintas Agama pada Peringatan World Interfaith Harmony Week 2026
Sultan menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang multikultural dan multiagama memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga solidaritas dan harmoni di tengah keberagaman, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia.
“Menjaga harmonisasi, menjaga solidaritas kebinekaan, dan yang paling penting: from Indonesia to the world,” kata Sultan.
BACA JUGA: Cegah Mafia Tanah, DPD RI Ning Lia Istifhama Usulkan Kode Digital Akta dan Reformasi Sistem Notaris
Sultan juga menambahkan di tengah berbagai konflik global, mulai dari isu perang hingga tantangan perubahan iklim, Indonesia hadir sebagai contoh atau prototype membawa pesan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan dan kemanusiaan.
Selain itu, Ketua Kehormatan Inter Religious Center (IRC) Indonesia Muhammad Sirajuddin Syamsuddin menegaskan bahwa momentum ini menjadi perayaan kemajemukan dan kebersamaan antarumat beragama.
Menurutnya, umat dari berbagai agama perlu terus merayakan persaudaraan sebagai sesama manusia sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia diakui dunia sebagai negara majemuk dengan tingkat kerukunan yang tinggi berlandaskan Pancasila.
Namun demikian, Din Syamsuddin mengingatkan kerukunan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang sudah pasti (taken for granted).
Din menekankan pentingnya merawat harmoni secara berkelanjutan melalui ruang-ruang dialog dan kegiatan lintas iman seperti ini, seraya menyampaikan apresiasi kepada DPD RI yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i menegaskan kegiatan ini menjadi cerminan nyata kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam dan majemuk, sekaligus wujud dari nilai Bhinneka Tunggal Ika yang telah dijalani sejak kemerdekaan.
“Hari ini kita ingin menunjukkan kepada dunia sebuah konstruksi kerukunan yang sudah berlangsung sejak kita merdeka, dan tentu kita bergembira acara ini bisa dilaksanakan,” pungkas Muhammad Syai’i.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari


