Batam, Kepri (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras dan minyak goreng Minyakita, dalam kondisi mencukupi kebutuhan masyarakat Batam dan Karimun menjelang Hari Raya Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 2026.
Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira mengatakan saat ini stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Batu Merah Kota Batam mencapai 2.868 ton, sementara di Gudang Bulog Sungai Raya Karimun sebanyak 219 ton.
"Berdasarkan data terbaru hari ini, total stok beras di wilayah kerja Bulog Batam mencapai 3.087 ton. Lalu, stok Minyakita di Gudang Bulog Batam tercatat sebanyak 44.802 liter, sementara di Gudang Bulog Karimun tersedia 2.700 liter," katanya saat dihubungi di Batam, Kepri, Senin.
Ia menyimpulkan bahwa stok sementara dapat mencukupi kebutuhan Batam untuk 6-7 bulan, dan untuk Karimun untuk sekitar sebulan.
Namun, Guido juga mengatakan bahwa terdapat tambahan pasokan beras yang saat ini sedang dalam perjalanan.
"Untuk beras medium, masing-masing sebanyak 1.250 ton dialokasikan ke Gudang Bulog Batam dan 250 ton ke Gudang Bulog Karimun. Sementara untuk beras premium, Bulog menyiapkan 1.000 ton untuk Gudang Batam dan 250 ton untuk Gudang Karimun," katanya.
"Dengan stok yang ada saat ini ditambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, kami memastikan kebutuhan beras masyarakat Batam dan Karimun dalam menghadapi Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 2026 dapat terpenuhi. Masyarakat tidak perlu resah, panik, ataupun khawatir," tambahnya.
Guido juga mengatakan Bulog Batam turut mendukung pelaksanaan operasi pasar murah yang digelar oleh Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkot Batam di 10 titik lokasi selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Februari 2026.
Sementara, di Kabupaten Karimun, Bulog bekerja sama dengan lima pertokoan untuk penjualan beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Terkait penyaluran beras SPHP, Guido menyebutkan penjualan pada Januari 2026 mencapai 282 ton.
Secara rata-rata, penyaluran SPHP Bulog Batam berada di kisaran 200 ton per bulan, dengan awal Februari ini realisasi penjualan mencapai 39 ton.
Bulog Batam memastikan akan terus memantau kondisi stok dan distribusi pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di wilayah Batam dan Karimun, terutama menyambut hari besar keagamaan di Februari 2026.
Baca juga: Bulog sebut 4 kabupaten Kepri disiapkan untuk bangun gudang logistik
Baca juga: Bulog Batam pastikan stok beras SPHP terjaga hingga 4 bulan ke depan
Baca juga: Bulog Batam sebut kiriman beras premium dari Jakarta perkuat pasokan
Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira mengatakan saat ini stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Batu Merah Kota Batam mencapai 2.868 ton, sementara di Gudang Bulog Sungai Raya Karimun sebanyak 219 ton.
"Berdasarkan data terbaru hari ini, total stok beras di wilayah kerja Bulog Batam mencapai 3.087 ton. Lalu, stok Minyakita di Gudang Bulog Batam tercatat sebanyak 44.802 liter, sementara di Gudang Bulog Karimun tersedia 2.700 liter," katanya saat dihubungi di Batam, Kepri, Senin.
Ia menyimpulkan bahwa stok sementara dapat mencukupi kebutuhan Batam untuk 6-7 bulan, dan untuk Karimun untuk sekitar sebulan.
Namun, Guido juga mengatakan bahwa terdapat tambahan pasokan beras yang saat ini sedang dalam perjalanan.
"Untuk beras medium, masing-masing sebanyak 1.250 ton dialokasikan ke Gudang Bulog Batam dan 250 ton ke Gudang Bulog Karimun. Sementara untuk beras premium, Bulog menyiapkan 1.000 ton untuk Gudang Batam dan 250 ton untuk Gudang Karimun," katanya.
"Dengan stok yang ada saat ini ditambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, kami memastikan kebutuhan beras masyarakat Batam dan Karimun dalam menghadapi Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 2026 dapat terpenuhi. Masyarakat tidak perlu resah, panik, ataupun khawatir," tambahnya.
Guido juga mengatakan Bulog Batam turut mendukung pelaksanaan operasi pasar murah yang digelar oleh Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkot Batam di 10 titik lokasi selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Februari 2026.
Sementara, di Kabupaten Karimun, Bulog bekerja sama dengan lima pertokoan untuk penjualan beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Terkait penyaluran beras SPHP, Guido menyebutkan penjualan pada Januari 2026 mencapai 282 ton.
Secara rata-rata, penyaluran SPHP Bulog Batam berada di kisaran 200 ton per bulan, dengan awal Februari ini realisasi penjualan mencapai 39 ton.
Bulog Batam memastikan akan terus memantau kondisi stok dan distribusi pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di wilayah Batam dan Karimun, terutama menyambut hari besar keagamaan di Februari 2026.
Baca juga: Bulog sebut 4 kabupaten Kepri disiapkan untuk bangun gudang logistik
Baca juga: Bulog Batam pastikan stok beras SPHP terjaga hingga 4 bulan ke depan
Baca juga: Bulog Batam sebut kiriman beras premium dari Jakarta perkuat pasokan



