Jakarta Diguyur Hujan, Jalan Jenderal Sudirman Macet Parah

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, macet parah usai hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Senin (9/2/2026) pagi.

Kemacetan itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @jktgo.

"Selamat hari Senin. Jam 09.34 Jalan Sudirman macet total" demikian tulis keterangan dalam unggahan.

Rekaman video menunjukkan jalanan dipadati kendaraan roda empat pribadi maupun umum. Tampak pula para pemotor yang mencari sela-sela sisi lengang jalan untuk menghindari kemacetan.

Kasatlantas Polres Jakarta Pusat Kompol Arry Setyo Utomo mengatakan, volume kendaraan di Jalan Sudirman meningkat sejak Senin pagi sehingga menyebabkan kemacetan.

"Hari Senin terus hujan. Di saat yang sama volume kendaraan yang membawa orang berangkat kerja meningkat," ujar Ary saat dikonfirmasi Kompas.com.

Pada Saat bersamaan, hujan menyebabkan kendaraan melaju perlahan sehingga terjadi kepadatan yang berujung pada macet.

Oleh karenanya, Satlantas Polres Jakarta Pusat melakukan pengaturan jalan dengan menurun anggota polisi di di sejumlah titik kemacetan. Misalnya di dekat Dukuh Atas dan Karet Sudirman.

Baca juga: Praktik Pungli Jalur Pintas di Kota Tua Muncul Saat Lalu Lintas Macet

"Kami lakukan pengaturan, gelar petugas," ungkap Ary.

"Pukul 10.15 WIB dilaporkan kondisi kemacetan mulai mencair," katanya.

Ary mengingatkan pengguna jalan agar selalu berhati-hati melintasi Jalan Sudirman saat hujan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pengguna juga diingatkan untuk mengindari lawan arah.

"Tertib berlalu lintas, harap berhati-hati cuaca hujan jalanan licin, jangan lawan arah, pakai helm, tetap gunakan sabuk pengaman," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi SAR Pemancing Hanyut di Solok Selatan Resmi Ditutup
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Megawati Hangestri Bersinar, JPE Kunci Puncak Klasemen Proliga 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Polres Ngawi Ungkap Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi Ilegal
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Ngerinya Kebakaran Pabrik Pestisida di Tangsel hingga Cemari Sungai
• 40 menit laludetik.com
thumb
BI Pastikan Harga Emas Melambung Tak Bebani Target Inflasi
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.