Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Solok Selatan
Upaya pencarian terhadap Asmadi (45), seorang pemancing yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai daerah Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, resmi dihentikan pada Minggu, 8 Februari 2026.
Keputusan penutupan operasi ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tujuh hari berturut-turut tanpa membuahkan hasil signifikan.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa penghentian operasi ini telah melalui proses evaluasi mendalam dan koordinasi bersama pihak keluarga korban serta perangkat nagari setempat.
"Berdasarkan hasil kesepakatan dengan pihak keluarga dan unsur terkait, mengingat tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban serta dinilai sudah tidak efektif lagi, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 18.30 WIB hari ini," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya, Minggu, 8 Februari 2026.
Sebelumnya dilaporkan, peristiwa tersebut bermula pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang merupakan warga Desa Lubuk Pauh, Kabupaten Kerinci, sedang memancing bersama empat rekannya.
Saat hendak berpindah posisi, korban diduga tergelincir dan terjatuh ke dalam sungai yang saat itu memiliki arus cukup kuat hingga akhirnya hilang terbawa arus.
Pada hari terakhir pencarian (H7), tim gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Solok Selatan, TNI, Polri, BPBD Solok Selatan dan Kerinci, serta puluhan masyarakat setempat telah mengerahkan upaya maksimal.
Penyisiran dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU 1 melakukan penyisiran darat dan sungai di sisi kiri-kanan sejauh 2,8 km, sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (rafting) sejauh 4,2 km menuju hilir.
Abdul Malik menambahkan bahwa medan pencarian di lapangan cukup menantang.
"Ada beberapa faktor penghambat, di antaranya kondisi sungai yang curam dan sempit, serta lokasi kejadian yang merupakan titik blank spot komunikasi," jelasnya.
Meskipun operasi secara resmi ditutup dan unsur-unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, Abdul Malik menegaskan bahwa operasi bisa dibuka kembali jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban.
"Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kepolisian, TNI, BPBD, RAPI, hingga masyarakat yang telah bahu-membahu bekerja keras selama satu minggu ini dengan semangat Quick Action," tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews




