Pijat sering menjadi pilihan untuk meredakan pegal dan membuat tubuh lebih rileks. Namun, saat hamil banyak ibu yang ragu dan bertanya-tanya, amankah pijat dilakukan selama kehamilan? Kekhawatiran ini sangat wajar, mengingat kondisi tubuh ibu yang sedang mengalami banyak perubahan.
Amankah Ibu Hamil Dipijat? Ini Penjelasan Dokter KandunganMenjawab hal tersebut, Dokter Spesialis Obgyn, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, menjelaskan bahwa pijat saat hamil pada dasarnya aman, dengan beberapa catatan penting. Menurutnya, pijat tidak berbahaya bagi ibu hamil yang sehat, selama dilakukan dengan cara yang tepat. Nah, hal utama yang perlu diperhatikan adalah posisi tubuh, Moms.
“Pertama, nggak boleh posisinya tengkurap,” tegas dr. Riyana dalam acara Edukasi Prenatal & Postnatal Spa Treatment di Jakarta Pusat, Kamis (5/2).
Posisi pijat harus disesuaikan dengan kondisi kehamilan, misalnya miring atau setengah duduk agar tetap aman dan nyaman. Tak hanya aman, pijat selama hamil juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental ibu, yakni:
1. Pijat dapat meningkatkan Imunoglobulin A (IgA) yang berperan sebagai anti-stres.
2. Menurunkan hormon stres kortisol.
3. Selain itu, pijat membantu mengurangi nyeri kaki.
4. Mengurangi nyeri punggung yang kerap dialami ibu hamil.
5. Memperbaiki kualitas tidur.
6. Meningkatkan hormon dopamin dan serotonin yang berperan dalam memperbaiki suasana hati dan menurunkan kecemasan.
Meski begitu, dr. Riyana menekankan bahwa ada area tubuh yang tidak boleh dipijat selama kehamilan, yakni:
Area perut: berbahaya bagi janin dan kehamilan.
Varises: bisa memperparah pembengkakan jika cara pijat tidak tepat.
Pijat refleksi: banyak titik saraf yang sensitif dan berpotensi memicu reaksi yang tidak diinginkan.
Payudara: khawatir hormon terstimulasi dan memicu kontraksi.



