Kali di daerah Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga tercemar.
Kondisi air yang tadinya cokelat sempat berubah menjadi putih susu. Banyak ikan terlihat di permukaan air dan malah ditangkap warga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyebut pencemaran tersebut diduga kuat berasal dari sisa kebakaran gudang kimia.
Pengawas DLH Tangsel, Yofi, mengatakan pihaknya menerima laporan awal dari sekuriti kawasan The Green terkait kondisi air kali yang berubah dan dicurigai tercemar.
DLH kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan sumber pencemaran.
“Setelah kita kroscek ternyata itu, kali itu tercemar dari kebakaran yang ada di Taman Tekno, yakni gudang kimia,” ujar Yofi, Senin (9/2).
DLH Ambil SampelSebagai langkah awal penanganan, DLH Tangsel langsung melakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.
“Jadi dari DLH kami pengecekan dan pengambilan sampel. Kita mengambil sampel ada empat titik, yang pertama di lokasi kebakaran, aliran air yang dialiri, gorong-gorong, dan The Green,” jelas Yofi.
Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium DLH Tangsel dengan estimasi hasil keluar dalam waktu dua pekan.
“Jadi untuk hasil lab-nya sampai 14 hari kerja. Dicek di lab DLH Tangsel,” katanya.
Jangan Makan Ikan yang MunculDLH juga mengingatkan warga agar tidak mengonsumsi ikan dari aliran kali yang terdampak karena dikhawatirkan mengandung zat kimia berbahaya.
“Untuk masyarakat agar jangan mengonsumsi ikan yang tercemar oleh aliran air karena mengandung zat kimia,” pungkas Yofi.
Kebakaran Gudang KimiaKebakaran kawasan pergudangan Taman Tekno itu terjadi pada Senin dini hari (9/2).
Yang terbakar adalah gudang bahan kimia pestisida di Blok K3 Nomor 37. Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 2 miliar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, bangunan gudang dilaporkan mengalami kerusakan total.
“Untuk penyebabnya masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangsel, Omay Komarudin.



