Serangan Drone Rusia Hantam Odesa, 1 Warga Tewas, Jalur Gas Meledak

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

KOTA pelabuhan Odesa di Ukraina selatan kembali menjadi sasaran serangan udara masif yang dilancarkan pasukan Rusia pada Senin (9/2) dini hari. Administrasi militer setempat mengonfirmasi setidaknya satu orang tewas dalam insiden yang melibatkan gelombang drone buatan Iran tersebut.

Serangan semalam dilaporkan menghantam berbagai titik strategis dan pemukiman warga. Menurut Sergiy Lysak melalui saluran Telegram resminya, hantaman drone menyebabkan kerusakan parah pada pipa gas dan memicu kebakaran hebat di sejumlah bangunan perumahan maupun fasilitas non-hunian.

"Sayangnya, muncul informasi mengenai korban jiwa akibat serangan musuh di Odesa," tulis Lysak dalam pembaruan informasinya.

Baca juga : 1 Tewas dan 23 Luka-luka saat Rusia Hantam Kyiv

Gubernur regional, Oleg Kiper, menyebut aksi ini sebagai "serangan masif". Meski mengonfirmasi terjadinya kebakaran di berbagai titik, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai total kerugian materi maupun jumlah korban luka lainnya.

Kontras di Tengah Upaya Diplomasi

Serangan mematikan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang didorong oleh Amerika Serikat. Pihak AS diketahui tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut pada pertengahan tahun ini.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang masih jauh dari kata damai. Rusia terus membombardir wilayah-wilayah tetangganya sembari mempertegas posisi tawar dalam negosiasi. Hingga saat ini, Kyiv dan Moskow masih berselisih tajam mengenai pembagian wilayah teritorial.

Strategi Pemutusan Energi

Rusia dilaporkan terus mendesak kendali penuh atas wilayah Donetsk di Ukraina timur sebagai syarat utama dalam setiap kesepakatan damai. Saat ini, Moskow diperkirakan menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

Sepanjang proses negosiasi yang sedang berjalan, Rusia berulang kali meluncurkan gelombang serangan udara yang menyasar infrastruktur sipil. Taktik ini telah menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan akses pemanas dan listrik di tengah suhu musim dingin yang membeku, menambah beban kemanusiaan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (AFP/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Atraksi Gajah Tunggang Distop, Aktivitas Memberi Makan dan Berfoto dengan Gajah Ditawarkan
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Tekad Prabowo Bangkitkan Semua Industri dalam 3 Tahun: Kita Ingin Jadi Negara Maju, Rakyat Hidup Layak
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Polres Pamekasan Terjunkan Tim Medis untuk Korban Longsor di Sana Daja
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Motif Penyiraman Air Keras ke Siswa SMK Belum Terungkap, Korban Belum Bisa Diperiksa
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Peringatan HPN 2026, Pelindo Tegaskan Peran Strategis Pelabuhan Banten dalam Sistem Logistik Nasional
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.