Tumpukan sampah terlihat menggunung di kawasan Pasar Kemiri, Jakarta Barat, pada Senin (9/2). Sampah yang belum diangkut sejak akhir pekan tersebut menimbulkan bau menyengat dan dikeluhkan para pedagang karena mengganggu aktivitas jual beli.
Sejumlah pedagang mengaku resah lantaran tumpukan sampah berada tepat di dekat kios mereka. Selain mengeluarkan aroma tidak sedap, kondisi tersebut dinilai merusak kenyamanan pembeli yang datang ke pasar.
Salah satu pedagang mengatakan keterlambatan pengangkutan sampah bukan kali pertama terjadi di Pasar Kemiri. Menurutnya, sampah kemungkinan tidak diangkut pada hari Minggu sehingga menumpuk hingga siang hari berikutnya.
“Mungkin karena kemarin Minggu itu libur, sampai sekarang siang masih belum juga diangkut, baunya tidak tahan,” ujarnya.
Selain persoalan bau, para pedagang juga khawatir tumpukan sampah akan semakin meluas. Lokasi pasar yang berada di jalan sempit serta berhadapan langsung dengan Cengkareng Drain dikhawatirkan membuat area semakin menyempit apabila sampah terus menumpuk.
Para pedagang berharap pihak terkait segera melakukan pengangkutan sampah secara rutin agar kondisi pasar kembali bersih dan aktivitas perdagangan dapat berjalan nyaman.


