Di tengah euforia pertumbuhan positif penjualan mobil listrik saat ini, pasar dihadapkan tantangan dengan berkurangnya manfaat insentif. Namun produsen seperti BYD tetap memandang optimistis dinamika yang akan terjadi pada 2026 ini.
Pabrikan menilai, faktor penyerapan battery electric vehicle (BEV) di Indonesia akhir-akhir ini tak sepenuhnya efek dari insentif pemerintah. Tetapi juga dari aspek produk yang ditawarkan dan minat konsumen akan teknologi baru.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Pandjaitan tidak menampik bahwa sejumlah insentif yang diberikan berdampak signifikan pada mekanisme harga produk dan penjualan.
"Artinya insentif adalah baik bila ada namun bila pun tidak diberikan kami tetap confidence dengan produk yang kami bawa. Ini ditandai dengan pasar BEV yang tumbuh karena semakin meningkatnya awarness dari masyarakat," buka Luther ditemui awak media di Kemayoran, Jakarta belum lama ini.
Dirinya berharap fenomena tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, sebab pabrikan tengah berusaha menjaga momentum penerimaan dari masyarakat yang disebutnya sangat positif. Terutama 2025 kemarin.
"Mudah-mudahan ke depannya, apa pun itu, kami tetap confidence dengan lini produk kami," tambah Luther.
Salah satu strategi yang sudah terealisasi awal tahun ini adalah dengan peluncuran produk baru yakni BYD Atto 3 Advanced Plus. Varian anyar ini melengkapi pilihan Standar dan dijual dengan harga Rp 415 juta.
Hadirnya Atto 3 Advanced Plus diharapkan dapat menambah variasi pilihan SUV BEV menarik di pasaran untuk masyarakat. Tercermin dari berbagai pembaruan pada aspek fitur hingga sedikit dari tampilan eksteriornya.
Velg 18-inci dengan desain berbeda dibanding varian lainnya membuat Atto 3 Advanced Plus tampil lebih segar. Ubahan signifikan terdapat pada bagian dalamnya dengan nuansa serba hitam, panoramic sunroof, hingga power tailgate untuk akses bagasi.
"BYD Atto 3 Advanced Plus hadir dengan pembaruan fitur yang semakin sempurna. Ini membuat BYD secara line up punya produk BEV paling lengkap yang ada saat ini di Tanah Air," terang Luther.
Kelengkapan lainnya terdapat wireless pad charger untuk mengisi daya gawai pintar pemilik. Lalu fungsi ADAS atau Advanced Driver Assistant System untuk membantu kemudahan dan keamanan dalam berkendara.
Penjualan mobil listrik BYD 2025Kilas balik selama 2025 kemarin, General Manager Asia Pacific Sales BYD Auto, Liu Xueliang pernah mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menjual sebanyak 54 ribu unit mobil listrik di Tanah Air.
"Di tahun 2026 kami akan membuka lebih banyak outlet di Indonesia konsumen bisa lebih dekat menjangkau layanan kami," terangnya dalam pertemuan bersama wartawan asal Indonesia di Zhengzhou, China beberapa waktu lalu.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan BEV BYD tahun lalu mampu mendulang angka 46.711 unit untuk wholesales (dari pabrik ke diler) dan retail (dari diler ke konsumen) sebanyak 44.342 unit.
Semua lini BYD mulai dari Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion 07, M6, Atto 1, termasuk juga Denza D9 masih berstatus completely built up (CBU) alias impor utuh dari luar negeri. Berkat kebijakan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 28 Tahun 2023 yang berakhir tahun lalu.





