Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang konsisten merupakan fondasi utama dalam melindungi tenaga kerja serta meningkatkan produktivitas perusahaan. Di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, penguatan budaya K3 dinilai krusial untuk menghadapi mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan kompleksitas risiko kerja di pusat perekonomian nasional.
“Aspek K3 menjadi fondasi yang sangat penting. Pengelolaan K3 yang baik berdampak langsung pada perlindungan tenaga kerja, peningkatan moral dan kepercayaan pekerja, produktivitas perusahaan, serta daya saing nasional,” sebut Pramono saat menghadiri Apel Bulan K3 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Timur, Senin, 9 Februari 2026.
Baca Juga :
Pramono Minta Maaf Jalan Berlubang Kembali Terbongkar Akibat HujanPramono meminta jajaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta untuk memanfaatkan momentum Bulan K3 Nasional sebagai titik balik penguatan standar keselamatan di lingkungan kerja. Menurutnya, sebagai kota dengan jumlah pekerja yang sangat besar, Jakarta harus menjadi pionir dalam mewujudkan lingkungan kerja yang profesional dan aman.
“Saya berharap sekaligus meminta kepada jajaran Dinas Ketenagakerjaan untuk benar-benar menjaga dan memanfaatkan momentum Bulan K3 Nasional ini. Jakarta sebagai kota global dengan jumlah pekerja yang sangat besar harus menjadikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama,” tegas Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri). Foto: Metro TV/Aris Setya.
Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari ini mengusung tema penguatan budaya K3 menuju lima abad Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 600 peserta dari unsur ASN, perusahaan, hingga serikat buruh, yang menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di ibu kota.



