Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar perbaikan jalan berlubang terus dilakukan agar tidak lagi memakan korban.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti. Kalau dilihat di lapangan, sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Senin.
Kendati demikian, pria yang akrab disapa Pram itu meminta maaf karena apabila hujan kembali turun, terutama dengan intensitas tinggi, maka kondisi jalanan kemungkinan dapat berlubang kembali.
“Walaupun kemudian ketika hujan akan, mohon maaf, pasti sebagian ada yang terbongkar kembali,” ucap Pramono.
Hal itu senada dengan pernyataan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, belum ada jenis aspal yang benar-benar tahan terhadap hujan, genangan air, dan beban kendaraan.
Sementara itu, sebelumnya, seorang pelajar meninggal dunia usai setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, yang diduga akibat jalanan rusak.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat arus lalu lintas masih relatif sepi.
Salah seorang warga sekitar yang bernama Ardhi mengatakan kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan berat, namun bagian depan motor terlihat pecah akibat benturan.
Dia menyebutkan kondisi jalan di lokasi kejadian itu sudah lama rusak dan kerap ditambal tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga permukaan jalan yang tidak rata menjadi berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Baca juga: Pelajar tewas akibat kecelakaan di Matraman Raya, diduga jalan rusak
Baca juga: Rano Karno pastikan jalan rusak di Jakarta segera diperbaiki
Baca juga: Pramono sebut 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta sudah diperbaiki
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti. Kalau dilihat di lapangan, sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Senin.
Kendati demikian, pria yang akrab disapa Pram itu meminta maaf karena apabila hujan kembali turun, terutama dengan intensitas tinggi, maka kondisi jalanan kemungkinan dapat berlubang kembali.
“Walaupun kemudian ketika hujan akan, mohon maaf, pasti sebagian ada yang terbongkar kembali,” ucap Pramono.
Hal itu senada dengan pernyataan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, belum ada jenis aspal yang benar-benar tahan terhadap hujan, genangan air, dan beban kendaraan.
Sementara itu, sebelumnya, seorang pelajar meninggal dunia usai setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, yang diduga akibat jalanan rusak.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat arus lalu lintas masih relatif sepi.
Salah seorang warga sekitar yang bernama Ardhi mengatakan kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan berat, namun bagian depan motor terlihat pecah akibat benturan.
Dia menyebutkan kondisi jalan di lokasi kejadian itu sudah lama rusak dan kerap ditambal tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga permukaan jalan yang tidak rata menjadi berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Baca juga: Pelajar tewas akibat kecelakaan di Matraman Raya, diduga jalan rusak
Baca juga: Rano Karno pastikan jalan rusak di Jakarta segera diperbaiki
Baca juga: Pramono sebut 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta sudah diperbaiki




