Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade meninjau langsung pembangunan jembatan gantung di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kunjungan tersebut untuk memastikan jembatan dibangun dengan aman agar kecelakaan maut akibat jembatan darurat tidak kembali terulang.
Jembatan gantung Koto Rawang dibangun setelah insiden memilukan pada Juli 2025, ketika seorang ibu meninggal dunia dan anaknya luka-luka akibat terjatuh dari sepeda motor melintasi jembatan darurat yang sempit dan tanpa pengaman. Sejak saat itu, warga setempat hidup dalam kekhawatiran karena akses penghubung antarwilayah sangat vital bagi aktivitas sehari-hari.
Andre Rosiade hadir bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat Elsa Putra Friandi, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi, serta anggota DPRD Pessel dari Partai Gerindra Andra Respati. Andre berdialog langsung dengan warga di lokasi yang menyampaikan harapan besar agar jembatan benar-benar dibangun kuat dan aman.
"Pembangunan jembatan gantung Koto Rawang diharapkan menjadi simbol kehadiran negara, sekaligus penegasan bahwa keselamatan warga adalah prioritas, dan tragedi serupa tidak boleh terjadi lagi," kata Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Andre menjelaskan progres pembangunan jembatan saat ini telah mencapai 21%. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp7,4 miliar. Jembatan memiliki bentangan 40 meter dan ditinggikan 1,5 meter dari struktur sebelumnya agar tetap aman jika terjadi air pasang atau banjir bandang (galodo).
"Saya berharap kalau jembatan ini sudah selesai, mohon dijaga bersama. Mencari anggarannya tidak mudah. Inilah komitmen pemerintah Presiden Prabowo untuk memperhatikan pembangunan di Pesisir Selatan," kata Andre kepada Wali Nagari Koto Rawang Derijol.
(rfs/gbr)




