Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Simbol kehormatan negara dan kedekatan prajurit dengan rakyat.
Di bawah langit cerah Jalan Medan Merdeka Utara, derap langkah serempak dan ringkikan kuda memecah keheningan Minggu pagi 8 Februari 2026. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) kembali menggelar upacara serah terima dinas jaga di depan Istana Merdeka, sebuah tradisi visual yang kini menjadi magnet wisata sekaligus simbol kokohnya kedaulatan negara.
Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha menegaskan bahwa prosesi ini bukan sekadar pergantian sif rutin.
Menurutnya, upacara ini merupakan manifestasi dari profesionalisme prajurit dalam menjaga simbol paling sakral di Republik Indonesia.
(sumber: Instagram/ppid.paspampres)
"Rangkaian prosesi mencakup laporan dan penghormatan kepada komandan komplek (danplek) Istana Merdeka, laporan dan penghormatan antara (pasukan, red.) dinas jaga yang lama dengan dinas jaga yang baru, kemudian atraksi kuda, kolone senapan, pengecekan senjata, hingga serah terima Bendera Kawal Istana," ujar Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha dseperti dikutip laman resmi PPID.Paspampres.
Detail Prosesi dan Kekuatan Pasukan
Upacara yang berlangsung khidmat ini melibatkan 27 prajurit pilihan yang terbagi dalam beberapa unit khusus. Setiap elemen memiliki peran spesifik untuk memastikan standar keamanan tertinggi tetap terjaga selama transisi berlangsung.
(sumber: Instagram/ppid.paspampres)
Berikut adalah komposisi pasukan yang terlibat dalam prosesi tersebut:
• Pasukan Kawal Istana (Walis): Berasal dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg).
• Pasukan Berkuda: Unit elit dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) Paspampres.
• Satuan Musik: Detasemen Musik (Densik) Paspampres yang mengiringi irama langkah prajurit.
• Komando Upacara: Dipimpin langsung oleh Komandan Posko dan Komandan Komplek Istana Merdeka sebagai penanggung jawab wilayah.
Selain pasukan inti, Mayjen Edwin juga menyiagakan pasukan khusus pengamanan untuk menjamin seluruh prosesi berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa mengganggu kekhidmatan acara.
Jembatan Antara Prajurit dan Rakyat
Nuansa kaku militer seketika mencair saat upacara berakhir. Sesuai instruksi, gerbang interaksi dibuka lebar bagi masyarakat dan wisatawan yang memadati area trotoar.
Warga dengan antusias mendekat untuk menyapa hingga berswafoto bersama para prajurit yang masih berdiri tegak dengan seragam kebesaran mereka.
(sumber: Instagram/ppid.paspampres)
Mayjen Edwin memandang momen ini sebagai refleksi pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Baginya, Istana Merdeka adalah milik bangsa, dan rakyat berhak merasa memiliki serta bangga terhadap para penjaganya.
"Setelah rangkaian serah terima selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama masyarakat sebagai wujud kedekatan antara Paspampres dengan rakyat, sekaligus refleksi semangat kebangsaan terhadap Istana, yang merupakan kebanggaan rakyat Indonesia," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





