Ketua hingga Wakil PN Depok Kena OTT KPK, Advokat: Tampar Wajah Peradilan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Advokat Jonson Jacobus Amstrong Sembiring, memandang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta, dan Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan, menampar wajah peradilan.

“Kabar ini bukan sekadar mengecewakan, melainkan juga sangat memualkan sebab di ruang sidang yang seharusnya menjadi tempat paling steril dari transaksi kotor, justru terjadi jual beli putusan,” ujar dia, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Selain itu, dia memandang hakim seharusnya dapat menghindari godaan korupsi.

Menurutnya, ketika hakim tidak dapat menolak godaan, maka kepercayaan publik maupun keberanian ‘orang-orang kecil’ untuk memperjuangkan haknya turut berdampak atau runtuh.

Berita Foto: KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Sengketa Lahan di PN Depok
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

“Pencari keadilan seperti buruh yang menuntut upah, warga yang mempertahankan tanah, hingga korban yang mencari kepastian hukum, mereka datang dengan biaya, waktu, dan harapan. Ketika hakim korup, biaya itu berubah menjadi beban ganda. Bukan hanya ongkos perkara, melainkan ongkos keputusasaan,” katanya.

Sementara itu, dia menyarankan lima hal yang dapat dilakukan oleh instansi terkait usai OTT KPK terhadap hakim di PN Depok.

Pertama, perkuat pengawasan internal dan eksternal dengan akses publik yang nyata. 

Hal tersebut meliputi keterbukaan putusan, audit gaya hidup, maupun mekanisme pelaporan yang aman bagi pelapor.

Kedua, pembenahan rekrutmen dan promosi berbasis rekam jejak integritas, bukan sekadar senioritas.

Ketiga, sanksi harus keras dan konsisten. Bukan hanya pidana, melainkan pemiskinan hasil korupsi dan pemecatan permanen.

Keempat, mendorong digitalisasi proses perkara untuk meminimalkan ruang pertemuan gelap.

Kelima, perbanyak OTT KPK ke berbagai instansi penegak hukum lainnya baik itu instansi kepolisian, kejaksaan, maupun advokat.

“Setiap hakim yang jujur sesungguhnya sedang menambal retakan kepercayaan itu, tetapi setiap OTT di pengadilan adalah pengingat pahit. Selama korupsi masih bisa menyusup ke palu hakim, pencari keadilan akan terus merasa sangat mual dan negara hukum kita tetap pincang,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 5 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap hakim di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPR-Pemerintah sepakat layanan PBI dibayar dalam 3 bulan
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
KSAD usai Rapim di Istana dengan Presiden: Kita Sudah Berada di Jalur yang Tepat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gakkum Kehutanan Kejar Jaringan Pembunuhan Gajah Sumatera di Riau
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Ketum KADIN Sebut Forum ABAC 2026 akan Tingkatkan Investasi hingga Lapangan Kerja Bagi Indonesia
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Siswa SD di Ngada NTT Pilih Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Pensil & Buku, Pemerintah Dievaluasi
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.