Depkes Florida Temukan 28 Permen Anak-Anak Mengandung Arsenik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas kesehatan Florida, Amerika Serikat (AS), mengungkap temuan kandungan arsenik pada puluhan produk permen populer yang banyak dikonsumsi anak-anak.

Hasil pengujian itu diumumkan pada akhir Januari 2026 dan langsung memicu perdebatan antara pemerintah negara bagian dan industri permen AS.

Departemen Kesehatan Florida menyatakan telah menguji 46 produk permen dari 10 perusahaan, dan menemukan arsenik pada 28 di antaranya.

Sampel permen dibeli dari toko dan penjualan daring di berbagai wilayah negara bagian, lalu diuji menggunakan metode standar Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA). Namun, metode ini mengukur total arsenik tanpa membedakan jenis organik dan anorganik, yang terakhir dinilai lebih berbahaya bagi kesehatan.

“Sebagai orang tua dan konsumen, kita seharusnya yakin bahwa produk yang dijual di toko benar-benar aman dan bebas dari racun,” kata Ibu Negara Bagian Florida atau istri dari Gubernur Florida, Casey DeSantis, dalam pernyataan resminya, dilansir Fox News pada Sabtu (31/1).

Arsenik adalah zat kimia beracun yang secara alami bisa ditemukan di tanah, air, dan rantai pangan. Paparan arsenik dalam jumlah besar atau jangka panjang dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama anak-anak, karena berat badan mereka lebih kecil dan tingkat paparannya lebih tinggi.

Temuan ini disampaikan dalam program Healthy Florida First, inisiatif Gubernur Ron DeSantis yang berfokus pada keamanan pangan dan produk anak.

Meski demikian, otoritas Florida menegaskan tidak ada penarikan produk (recall), karena risiko kesehatan sangat bergantung pada frekuensi dan durasi konsumsi.

Sejumlah merek permen yang disebut dalam laporan itu antara lain Sour Patch Kids, Skittles, SweeTarts, Nerds, Trolli Sour Brite Crawlers, Jolly Ranchers, Twizzlers, Tootsie Rolls, Snickers, dan Kit Kat.

Florida menghitung batas konsumsi “aman” berdasarkan estimasi jumlah permen yang dikonsumsi anak dalam setahun.

Bantahan Industri Permen

Namun, temuan itu langsung dibantah industri. National Confectioners Association (NCA), yang mewakili produsen permen di AS, membantah kesimpulan tersebut.

Mereka menyebut pendekatan Florida “menyesatkan” dan tidak sejalan dengan standar federal.

“Cokelat dan permen aman dikonsumsi dan telah dinikmati sebagai camilan selama berabad-abad,” kata NCA dalam pernyataannya.

Asosiasi itu menilai Florida menggunakan tolok ukur yang tidak sejalan dengan standar federal maupun riset ilmiah yang berlaku untuk produk konfeksioneri.

NCA juga menuding perhitungan risiko berbasis konsumsi hipotetis tahunan berpotensi “menimbulkan kepanikan yang tidak perlu”. Menurut mereka, data Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melalui program Closer to Zero justru menunjukkan kadar arsenik yang jauh lebih rendah.

Florida menyatakan pengujian ini bukan untuk menggantikan standar federal, melainkan untuk menambah transparansi dan mendorong kehati-hatian konsumen, terutama orang tua.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lestarikan kerajinan caping kalo khas Kudus lewat kreasi tari
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Fenomena Tanah Bergerak di Tegal, 2.453 Jiwa Mengungsi, Ada Ibu Hamil dan Balita
• 32 menit lalugenpi.co
thumb
Pemkot Bandung Berencana Sulap Kawasan Bawah Jembatan Pasupati Jadi Destinasi Kuliner
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Semangat Juang Kunci Kemenangan PSM Atas PSBS
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Piala Dunia 1962: Battle of Santiago dan Brasil Juara Tanpa Pele
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.