Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - London, Inggris
Data menunjukkan, sekitar 90 persen anggota England Supporters Travel Club (ESTC) menolak membeli tiket dengan harga tersebut.
Para pendukung Timnas Inggris melontarkan kekecewaan mereka menjelang Piala Dunia 2026. Mereka mengaku tidak mampu membeli tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko karena harga tiket yang dinilai terlalu mahal.
Dikutip dari The Sun, Senin (9/2/2026), hal ini menyebabkan sekitar 6.000 tiket pertandingan Timnas Inggris tidak terjual, termasuk lebih dari 1.000 tiket untuk laga final.
Harga tiket final yang digelar pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, dipatok pada kisaran 3.129 poundsterling - 6.489 poundsterling (Rp71,6 juta - Rp148,5 juta) untuk kategori teratas.
Sebagai perbandingan, harga tertinggi laga final Piala Dunia 2022 di Qatar hanya sekitar 1.100 poundsterling hingga 1.600 poundsterling untuk kategori umum.
Data menunjukkan, sekitar 90 persen anggota England Supporters Travel Club (ESTC) keberatan membeli tiket dengan harga tersebut. Dari total 30.000 anggota, hanya sebagian kecil yang bersedia “menyerah” pada harga yang ditetapkan FIFA.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sendiri hanya mampu menjual 3.409 dari 4.500 jatah tiket untuk laga puncak di stadion berkapasitas 82.000 penonton itu. Artinya, masih ada 1.091 tiket final yang tidak terserap, dengan nilai total ditaksir mencapai 7,1 juta poundsterling (Rp162,6 miliar).
Hampir seluruh tiket yang tersisa merupakan kategori paling mahal atau Category One. Sebagai perbandingan, FIFA hanya menyediakan 600 tiket murah seharga 45 poundsterling (sekitar Rp1 juta).
Situasi serupa terjadi pada laga semifinal. FA hanya menjual 2.686 dari 3.500 tiket, menyisakan 814 kursi kosong. Selain sekitar 500 tiket murah 45 poundsterling, harga tiket lainnya berada di rentang 687 poundsterling - 2.370 poundsterling (Rp15,7 juta-Rp54,3 juta), angka yang kembali memicu kritik keras dari suporter.
Termahal Sepanjang Sejarah
Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara dan digelar pada 11 Juni - 19 Juli 2026 ini disebut-sebut sebagai turnamen termahal sepanjang sejarah. Selain harga tiket pertandingan, fans juga harus menghadapi biaya tinggi untuk penerbangan, akomodasi hotel, dan transportasi lokal.
Fakta lain yang mencolok, tiket pertandingan Inggris sejak laga pembuka belum pernah terjual habis. Kondisi ini menjadi sinyal kuat adanya kejenuhan dan kemarahan suporter terhadap kebijakan harga FIFA.
FA kini dihadapkan pada dilema, mengembalikan tiket yang tidak terjual ke FIFA atau mencoba menjual ulang dengan skema lain.
Kritik pedas datang dari kalangan suporter veteran. Simon Harris, 67 tahun, penggemar setia The Three Lions asal Bridgnorth, Shropshire, mengungkapkan kekecewaannya.
“Final ini seharusnya menjadi pertandingan terbesar kami sejak Bobby Moore mengangkat trofi pada 1966,” ujar Harris.
“Sungguh luar biasa masih ada begitu banyak tiket yang tidak terjual. Ini adalah bentuk keberatan besar terhadap FIFA dan harga mereka yang terlalu mahal. Acara sepak bola terbesar di dunia justru memiliki kursi kosong di tiap pertandingan Inggris,” ia menambahkan.
Pernyataan resmi juga disampaikan oleh England Supporters Travel Club (ESTC). “Tiket Category One sepi peminat, oleh karena itu siapa pun yang mengajukan permohonan pada kategori ini termasuk luar biasa,” demikian pernyataan ESTC.
Pihak FA sendiri telah dihubungi oleh The Sun untuk memberikan komentar, namun hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Di tengah ambisi FIFA mencetak rekor pemasukan, keluhan fans Inggris jadi peringatan serius bahwa harga tiket yang terlalu tinggi bisa menggerus antusiasme, bahkan untuk ajang sebesar Piala Dunia.
Editor: Kunta Bayu Waskita





