JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi membantah anggotanya menganiaya driver ojek online (ojol) di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Kata Mulyo, pelaku penganiayaan bukan anggota Paspampres, melainkan anggota Detasemen Markas Besar (Denma) dari Mabes TNI.
“Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres. Tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,” kata Mulyo kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Kata dia, hal ini sudah ia klarifikasi langsung ke Kapten Denma Mabes TNI, CPM Antoni.
“Kami jelaskan, mohon izin melaporkan berikut sudah kami klarifikasi, Kapten Cpm Antoni anggota Denma Mabes,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, seorang driver ojol bernama Hasan (26) dianiaya saat mengantarkan penumpang di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (4/2/2025).
Korban mengaku peristiwa itu bermula dari hal sepele, yakni korban menanyakan titik lokasi rumah karena alamat di aplikasi ojek online tidak sesuai.
Namun, pertanyaan korban justru ditanggapi dengan amarah.
Sesampainya di lokasi, seorang pria yang merupakan anak pelaku sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang.
Cekcok pun tak terhindarkan hingga anak pelaku menendang motor Hasan, memicu perkelahian antara keduanya.
Baca juga: Dugaan Aniaya Penjual Es Gabus, Polisi: Suderajat Bilang Aipda Ikhwan Tak Memukul
Di tengah perkelahian itu, pelaku yang diduga anggota Paspampres keluar rumah membawa senjata tumpul berupa batang besi. Korban mengalami luka di kepala akibat pukulan benda tumpul itu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi laporan penganiayaan tersebut. Menurut Budi, laporan dugaan penganiayaan itu diterima Polsek Kembangan keesokan harinya.
Saat ini polisi masih menelusuri identitas pelaku itu.
“Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan/pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang