Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti kasus seekor Gajah Sumatera mati dibunuh dengan kondisi sebagian kepala dan gading hilang. Alex meminta perlindungan satwa yang dilindungi menggunakan teknologi.
"Saatnya kita gunakan teknologi untuk satwa yang dilindungi, seperti pemasangan pelacak agar diketahui keberadaannya," kata Alex kepada wartwan, Senin (9/2/2026).
Alex Indra juga meminta pelaku yang membunuh hewan liar tersebut ditindak tegas. Tujuannya, kata dia, untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.
"Selain itu harus ada tindakan tegas yang memberi efek jera pada pelaku yang demi mencari keuntungan membunuh satwa yang dilindungi," ucapnya.
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan gajah tersebut mati dibunuh. Ia menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas.
"Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Irjen Herry Heryawan menjawab pertanyaan mahasiswa saat kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Kota Pekanbaru, Jumat (6/2).
Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengungkap temuan mengejutkan pada bangkai gajah tersebut. Di bagian belakang kepala gajah bersarang proyektil yang mengindikasikan bahwa gajah tersebut tewas dibunuh.
"Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," kata Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, saat dihubungi wartawan, Jumat (6/2).
Gajah tersebut ditemukan tewas pada Senin (2/2). Kondisinya mengenaskan saat ditemukan, di mana sebagian kepalanya hilang.
"Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," katanya.
Selain itu, kedua gading gajah juga hilang. "Gadingnya juga hilang," tambahnya.
(fas/gbr)



