PSN Merauke Jadi Harapan Ekonomi Warga Kampung Wanam

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Proyek Strategis Nasional (PSN) Merauke, Papua, disebut menjadi harapan baru bagi warga di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Pembangunan PSN memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Salah satu warga yang menggantungkan penghidupan dari proyek tersebut adalah Paul Tinus, 29. Pemuda asal Wanam itu tinggal di sebuah rumah papan sederhana yang berdiri di atas tanah dengan tiang-tiang pendek, tak jauh dari jalur kecil penghubung antar rumah di kampungnya.

“Iya (tinggal di rumah ini),” kata Paul saat ditemui di Kampung Wanam, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 9 Februari 2026.

Paul tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih berusia kecil. Kondisi rumahnya sederhana, dengan dinding papan kayu yang mulai lapuk dimakan usia. Meski demikian, rumah itu menjadi tempat pulang Paul setelah bekerja di proyek PSN Merauke.

“Di rumah ini ada dua orang (anggota keluarga),” ujar dia.

Selama dua tahun terakhir, Paul bekerja di PSN Merauke yang berlokasi tak jauh dari wilayah kampungnya. Ia menyebut, sejumlah warga Kampung Wanam lainnya juga terlibat sebagai pekerja di proyek tersebut.

“Di proyek PSN, sudah dua tahun,” kata Paul.

Sebelum bergabung, Paul sempat bekerja sebagai pelaut. Ia mengaku, sistem penggajian di proyek PSN menggunakan skema bulanan, berbeda dengan pekerjaannya terdahulu.

“Iya, gaji bulanan,” ujar dia.

Keberadaan proyek yang dekat dengan kampung memberi keuntungan tersendiri bagi Paul. Ia tidak perlu meninggalkan keluarga dalam waktu lama seperti saat bekerja di laut. Menurutnya, penghasilan dari PSN turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk anak-anaknya.

“Iya. Ekonomi keluarga saya (terbantu), datang ngantar makan habis itu balik lagi ke proyek,” tutur dia.

Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius, mengatakan keterlibatan warga lokal dalam PSN sudah mulai terlihat. Dari total 743 jiwa penduduk Kampung Wanam, sebagian telah bekerja di proyek tersebut dan peluang itu masih terbuka ke depan, khususnya bagi kalangan pemuda.

“Kami di sini 743 (jiwa), iya ada (warga yang bekerja di PSN). Mungkin ke depan kita pemuda juga banyak yang masuk kerja di sana,” ujar Kosmas saat ditemui, Minggu, 1 Februari 2026.
  Baca Juga:  Pembangunan Dermaga Logistik PSN Wanam Capai 93%, Siap Beroperasi Maret 2026
Sementara itu, perwakilan Tim Proyek Wanam, Gawang Kurniawan, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian dalam pelaksanaan PSN Merauke. Menurutnya, pihak proyek berupaya membangun sinergi dengan warga setempat, termasuk marga-marga yang ada di Kampung Wanam.

“Untuk pekerja lokal kami pasti ada, karena kita tahu harus bersinergi dengan masyarakat yang ada. Kita harus memakai atau melibatkan dari masyarakat-masyarakat tersebut, dari marga-marga yang ada. Nanti mungkin kita bisa diskusi juga dengan masyarakat yang ada di sini,” ujar Gawang saat ditemui di kawasan PSN Merauke, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pengembangan kawasan pangan berskala besar di wilayah terpencil seperti Wanam tidak hanya mengandalkan kesiapan sosial dan tenaga kerja lokal. Proyek ini juga menuntut percepatan penyediaan infrastruktur dasar serta pengoperasian alat berat dalam jumlah besar untuk membuka dan mengelola lahan.

Pelaksanaan proyek tersebut dilakukan melalui skema penugasan negara dengan melibatkan mitra swasta. Pemerintah menggandeng sejumlah pihak guna memastikan target pengembangan kawasan pangan nasional dapat berjalan sesuai rencana.

Salah satu mitra yang terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam adalah Jhonlin Group, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Haji Isam menyatakan keterlibatannya dalam proyek tersebut dilandasi oleh dukungan terhadap agenda nasional pengembangan kawasan pangan. Ia menegaskan fokus utama partisipasinya adalah memastikan target pembukaan lahan seluas 1 juta hektare dapat terealisasi.

“Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujar Haji Isam.

Dia menegaskan keterlibatannya dalam PSN Wanam merupakan bagian dari penugasan negara. Pernyataan itu disampaikan saat dia memantau langsung kedatangan alat berat berupa ekskavator di wilayah Wanam pada Juli 2024.

“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya,” kata Haji Isam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Curi Waktu 20 Menit di Penjara, Terungkap Rencana Manis Ammar Zoni Siapkan Kado Rahasia untuk Dokter Kamelia
• 55 menit lalugrid.id
thumb
Menakar Urgensi Kewajiban Entitas Lokal dalam Ekosistem Kripto Indonesia
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Thomas Frank tegaskan tak akan copot Romero dari kapten tim
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Bidik Dugaan Korupsi Stadion Swarnabhumi, Nama Gubernur Jambi Al Haris Terseret
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Foto: Bangkai Paus Raksasa Terdampar di Pesisir Pantai Chili
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.