jpnn.com, JAKARTA - Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut partainya menjadikan temuan terbaru Indikator sebagai masukan hingga bahan introspeksi.
Dia berkata demikian demi menjawab pertanyaan awak media soal tingkat kepuasan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto yang mencapai 79,9 persen menurut data Indikator.
BACA JUGA: Indikator Politik Ungkap Tingkat Kepuasan Publik pada Kinerja Prabowo
"Itu kami anggap sebagai sebuah masukan, juga sebuah evaluasi, juga bahan introspeksi," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Sebab, kata Wakil Ketua DPR RI itu, ada catatan yang menjadi perhatian Gerindra ketika melihat angka kepuasan terhadap Prabowo.
BACA JUGA: Jusuf Hamka: Satukan Ulama-Umara, Prabowo Ingin Hapus Kesenjangan di Masyarakat
"Masih ada yang kami lihat juga berupa catatan-catatan, yang tentunya justru catatan-catatan itu yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, menjadi perhatian Pak Prabowo," ujar Dasco.
Satu di antaranya, kata dia, munculnya angka 2,2 persen pihak yang tidak puas sama sekali atas kinerja Prabowo sebagai Presiden RI.
BACA JUGA: Di Forum MUI, Prabowo Ajak Elemen Bangsa Bersatu Memberantas Korupsi
"Ya, walaupun cuma sekitar 2 atau 3 persen, tetapi itu cukup berarti dan penting menurut kami menjadi bahan masukan nantinya," kata Dasco.
Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia membeberkan survei nasional berjudul Persepsi Publik Terhadap Kinerja Presiden, Kepercayaan Terhadap Lembaga Negara, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Minggu (8/2).
Indikator dalam survei itu menghitung tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo selama menjabat Presiden RI.
Sebanyak 79,9 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Prabowo dengan perincian 13,0 persen sesangat senang dan 66,9 cukup suka.
Sementara itu, pihak yang tidak puas terhadap kinerja Prabowo mencapai 19,3 persen dengan perincian 17,1 persen kurang senang, lalu sisanya 2,2 persen tidak suka sama sekali.
Indikator melakukan survei pada 15-21 Januari 2026 yang melibatkan 1.220 orang dari berbagai provinsi.
Lembaga itu menggunakan metode simple random sampling dalam memilih responden dan memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




