Harga CPO Menguat Ikuti Minyak Kedelai, Pasar Menanti Data Penting

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Senin (9/2/2026), memutus dua hari penurunan tajam.

Harga CPO Menguat Ikuti Minyak Kedelai, Pasar Menanti Data Penting. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Senin (9/2/2026), memutus dua hari penurunan tajam.

Penguatan ini ditopang kenaikan harga minyak kedelai pesaing di bursa Chicago dan Dalian, menjelang rilis data bulanan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan pada Selasa.

Baca Juga:
OJK: Dugaan Pelanggaran PIPA Terjadi Setelah IPO, Bukan Saat Melantai di Bursa

Menurut data pasar, pukul 15.35 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,46 persen ke 4.172 ringgit Malaysia per ton.

“Pasar hari ini akan mengikuti arah Dalian hingga data MPOB keluar besok, serta menunggu panduan lanjutan dari outlook analis POC,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur, dikutip dari Reuters.

Baca Juga:
Garuda Metalindo (BOLT) Bagikan Dividen Interim Rp58,59 Miliar

Di Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,17 persen, sementara kontrak minyak sawit diperdagangkan stagnan. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melonjak 1,63 persen.

Harga minyak sawit kerap mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya, mengingat komoditas ini bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Baca Juga:
Pasar Panik Karena Moody’s, Menkeu Purbaya: Data Kita Lebih Kuat dari China!

Sentimen pasar turut menguat seiring membaiknya kinerja ekspor. Data dari surveyor kargo menunjukkan pengapalan Januari naik sekitar 14,9 persen hingga 17,9 persen secara bulanan, didorong aktivitas pengisian ulang stok menjelang Festival Musim Semi dan Ramadan.

Permintaan dari pembeli utama, India, juga membaik. Impor minyak sawit India pada Januari melonjak 51 persen dan mencapai level tertinggi dalam empat bulan, setelah sempat turun pada Desember.

MPOB dijadwalkan merilis data bulanannya pada 10 Februari, sementara Palm and Lauric Oils Conference (POC) akan berlangsung pada 9-11 Februari.

Pada saat yang sama, Reuters memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia mengakhiri tren kenaikan selama 10 bulan pada Januari, seiring kuatnya ekspor yang bertepatan dengan perlambatan produksi musiman.

Meski demikian, kenaikan harga dibatasi oleh penguatan nilai tukar ringgit serta pelemahan harga minyak mentah, di tengah meredanya kekhawatiran gangguan pasokan global.

Sikap hati-hati juga masih membayangi pasar menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) China, yang merupakan salah satu konsumen utama minyak sawit, pada pekan ini. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Megawati Dianugerahi Doktor HC dari PNU Riyadh: Pemimpin Perempuan Bersejarah
• 3 menit lalukumparan.com
thumb
Klasemen Liga Prancis Ligue 1 Setelah PSG Gilas Marseille 5-0: Puncak Kembali Direbut dari Lens
• 10 jam lalumerahputih.com
thumb
Teyana Taylor ungkap nasihat Beyonce hadapi industri musik
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kepala BPJH: Indonesia Bakal Jadi Presiden Standar Halal Internasional
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Warning Mitra MBG Ponorogo-Pacitan, Wakil Kepala BGN: Gak Bener Saya Sikat
• 20 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.