Pembangunan dua jalan tol yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jaringan Tol Trans-Jawa terus bergulir. Pada musim mudik Lebaran 2026, dua ruas tol direncanakan dibuka secara fungsional, yakni Bawen-Ambarawa dan Prambanan-Purwomartani. Apa dampaknya bagi arus mudik?
Pada 23 Januari 2026, PT Jasa Marga (Persero) mengungkapkan rencana persiapan kedua ruas tol itu untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026. Kedua jalan tol itu dikerjakan oleh dua anak usaha PT Jasa Marga, yakni PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) dan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).
Ruas Bawen-Ambarawa sepanjang 4,98 kilometer (km) merupakan bagian dari pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen yang total panjangnya 75,12 km. Ruas Bawen-Ambarawa sekaligus menjadi penghubung Tol Yogyakarta-Bawen dengan jaringan Tol Trans-Jawa melalui Tol Semarang-Solo.
Ini akan menjadi ruas pertama pada Tol Yogyakarta-Bawen yang difungsikan sejak mulai dibangun pada tahun 2022. Selain Bawen-Ambarawa, terdapat lima seksi lain yang sedang dan akan dikerjakan, yakni Yogyakarta-Banyurejo (8,8 km), Banyurejo-Borobudur (15,2 km), Borobudur-Magelang (8,1 km), Magelang-Temanggung (16,65 km), dan Temanggung-Ambarawa (21,39 km).
Adapun ruas Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km merupakan bagian dari Tol Solo-Yogyakarta. Gerbang Tol (GT) Purwomartani sekaligus menjadi gerbang tol pertama yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.
GT Purwomartani juga menjadi ujung dari Seksi I Tol Solo-Yogyakarta yang menghubungkan Kartasura dan Purwomartani sepanjang total 42,38 km. Di Kartasura, ruas tol itu terhubung dengan Tol Semarang-Solo dan Tol Solo-Ngawi.
Pembangunan Tol Solo-Yogyakarta akan dilanjutkan pada seksi lain hingga tersambung dengan Tol Yogyakarta-Bawen. Kemudian, konstruksi jalur akan diteruskan sampai Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono pun telah meninjau kesiapan ruas Bawen-Ambarawa dan Prambanan-Purwomartani pada 22-23 Januari 2026. Peninjauan dilakukan bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan.
“Peninjauan ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan aspek keselamatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pengoperasian jalur fungsional,” ujar Rivan, dikutip dari siaran pers PT Jasa Marga, Jumat (23/1/2026).
Rivan berharap kehadiran jalur ini mampu mengurai kepadatan dan mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata. Selain itu, jalur ini diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi pengguna jalan.
Difungsikannya ruas Prambanan-Purwomartani diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh Klaten-Yogyakarta dari 45 menit menjadi sekitar 20 menit saja. Konektivitas antara kawasan Solo Raya dan DIY pun kian kuat.
Dalam konteks arus mudik Lebaran, kehadiran GT Purwomartani juga akan memecah kepadatan yang tadinya berpusat di GT Prambanan. GT Purwomartani terkoneksi dengan Jalan Nasional Yogyakarta-Solo di KM 13, dekat Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan.
Para pengguna Tol Trans-Jawa yang bertujuan mudik ke Kota Yogyakarta, Sleman, dan Kulon Progo kini bisa keluar di GT Purwomartani tersebut. Adapun pemudik tujuan Bantul dan Gunungkidul bisa keluar di GT Prambanan.
Sementara itu, ruas fungsional Bawen-Ambarawa, meskipun hanya 5 km, diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di GT Bawen pada musim mudik Lebaran. Pemudik tujuan Magelang dan Temanggung bisa keluar di GT Ambarawa yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Pon Ambarawa.
Kehadiran tol juga mendorong berkembangnya layanan angkutan umum.
Pakar transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, jaringan tol yang kian terkoneksi antara Jawa Tengah dan DIY akan membantu kelancaran arus mudik. Di sisi lain, kehadiran tol juga mendorong berkembangnya layanan angkutan umum.
Hal ini di antaranya angkutan antarjemput antarprovinsi (AJAP) atau travel dan layanan bus eksekutif. “Dulu bus eksekutif pasti (beroperasi) malam hari. Dengan adanya tol, layanan pagi hari kini juga bermunculan,” kata Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia itu.
Selain itu, Djoko menyebut sektor pariwisata di wilayah Jateng-DIY yang dilalui tol akan menikmati dampak positif pada periode libur Lebaran. Kemudahan akses akan membuat kunjungan wisatawan meningkat.
Dia menambahkan, perkembangan pariwisata diperkirakan kian pesat ketika seluruh jaringan Tol Solo-Yogyakarta dan Yogyakarta-Bawen sudah terhubung nantinya. Salah satunya adalah pariwisata di kawasan Magelang dan sekitarnya dengan Candi Borobudur sebagai magnet utama.
Secara terpisah, Guru Besar Ilmu Transportasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Zudhy Irawan mengatakan, ada potensi arus mudik Lebaran tahun ini melonjak. Hal itu dipicu banyak orang yang menunda bepergian saat liburan Natal dan Tahun Baru lalu karena menganggap jarak waktunya terlalu berdekatan dengan Lebaran nanti.
Karena itu, difungsikannya ruas tol baru dapat menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan di jalan nasional. Namun, Zudhy mengingatkan agar manajemen lalu lintas di pintu keluar tol juga menjadi perhatian supaya arus tidak tersumbat.
Ini berkaca dari pengalaman arus mudik Lebaran tahun lalu ketika terjadi kemacetan panjang di GT Prambanan. Beberapa tahun sebelumnya, hal serupa terjadi di GT Klaten.
“Lalu lintasnya harus diatur. Kalau satu pintu tol sudah penuh, bisa ditutup kemudian dialihkan ke pintu tol lain,” kata Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM tersebut.
Pengaturan melalui pembatasan pelat nomor ganjil-genap di jalan tol saat puncak arus mudik serta memperpanjang waktu libur pun bisa dilakukan lagi. Zudhy menilai kebijakan itu efektif untuk mengurangi volume kendaraan.

