Grid.ID - Kabar ribuan peserta BPJS PBI dinonaktifkan tengah ramai di media sosial. Dedi Mulyadi turun tangan, sebut akan dibayarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara soal kabar BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan Kementerian Sosial (Kemensos). Terlebih banyak warga yang mengeluhkan hal tersebut lantaran masih membutuhkannya untuk mengobati berbagai penyakit kronis, namun PBI sudah dinonaktifkan.
Dedi Mulyadi Turun Tangan
Terkait hal itu, Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tindakan. Ia menyampaikannya melalui Instagram pada Minggu (8/2/2026).
Dedi Mulyadi memastikan warga Jawa Barat yang tidak mampu akan dibantu kepesertaannya agar direaktivasi. Termasuk ditanggung biayanya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Saya sampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat akan segera mengambil langkah untuk mengidentifikasi, mendata seluruh warga Jawa Barat yang betul-betul tidak mampu yang memiliki penyakit yang saya sampaikan tadi," ujar Dedi, dikutip dari Tribun Video.
Lebih lanjut, Dedi juga menyoroti penonaktifan kepesertaan PBI sudah membuat resah warga yang membutuhkan. Dampaknya terasa pada pasien penyakit kronis yang membutuhkan perawatan rutin.
"Saya sampaikan hari ini banyak sekali penderitaan yang dialami. Mereka yang memiliki penyakit kanker harus kemoterapi, thalassemia harus transfusi darah, gagal ginjal harus cuci darah," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
"Mereka mengalami masalah karena kepesertaannya dicoret oleh Kementerian Sosial sehingga rumah sakit tak mau melayani," ucap Dedi.
Sekali lagi, Dedi pun menegaskan bahwa warga yang memenuhi kriteria tidak mampu dan membutuhkan pengobatan jangka panjang akan dijamin melalui pembiayaan BPJS yang ditanggung Pemprov Jawa Barat. Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk saling bekerja sama dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Barat.
"Untuk jaminan asuransi kesehatan, BPJS-nya (bagi yang tidak mampu) dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi," jelas Dedi.
"Bagi mereka yang mampu mengasuransikan kesehatannya agar kita pada saat susah ada jaminan untuk pengobatan," tambahnya.
Kabar ribuan peserta BPJS PBI dinonaktifkan tengah ramai di media sosial. Dedi Mulyadi pun turun tangan. Ia menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membayarkannya bagi warga yang tidak mampu. (*)
Artikel Asli




