CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Penjualan jeruk mandarin jenis Wogan di Pasar Terong, Kota Makassar, meningkat signifikan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Volume penjualan yang biasanya hanya sekitar 10 kilogram per hari kini meningkat menjadi 20 kilogram per hari.
Salah seorang pedagang buah di Pasar Terong, Rasya, mengatakan lonjakan permintaan terjadi seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat, khususnya warga Tionghoa yang bersiap menyambut Imlek.
“Musim sekarang sehari bisa laku sekitar 20 kilogram (jeruk Wogan),” kata Rasya saat ditemui di Pasar Terong, Senin (9/2).
Menariknya, peningkatan permintaan tersebut tidak diikuti dengan kenaikan harga. Sebaliknya, harga jeruk mandarin justru mengalami penurunan.
Rasya menyebut harga jeruk Wogan yang sebelumnya Rp60 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada jenis jeruk lainnya. Jeruk Sunkist tercatat turun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, sedangkan jeruk lokal turun dari Rp15 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.
“Harganya turun walaupun pemakaian banyak,” kata Rasya.
Ia menjelaskan jeruk mandarin menjadi buah yang paling diminati menjelang perayaan Imlek karena memiliki rasa manis dan identik dengan tradisi perayaan Tahun Baru Tionghoa.
“Orang Tionghoa yang berbelanja di sini, dia carinya jeruk Wogan karena diantara jeruk dia rasanya yang paling manis,” ujarnya.
Rasya menambahkan jeruk mandarin yang dijual di lapaknya merupakan produk impor yang didatangkan langsung dari Tiongkok.
“Jeruknya didatangkan dari luar, dari Tiongkok diimpor ke sini,” katanya.
Selain melayani pembeli lokal, Rasya juga kerap melayani pembeli dari luar negeri yang berkunjung ke Pasar Terong.
“Pembeli ada macam-macam, mereka datang ke sini, ada bahkan yang dari Jerman, Tiongkok, selain warga lokal ya,” ujar Rasya.
Ia mengungkapkan, pada hari-hari biasa penjualan jeruk mandarin hanya berkisar 10 kilogram per hari dengan keuntungan sekitar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.
“Hari-hari biasa penjualan jeruknya di bawah, kadang paling banyak 10 kilogram, untungnya paling Rp250 ribu, Rp150 ribu,” katanya.
Laporan: Rifki

