Kepala BRIN Kasih Nasihat Khusus, Sebut-Sebut Nasib Peradaban Baru

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Suasana aktivitas warga pada permukiman kumuh yang berdekatan dengan rel kereta di Jakarta, Senin (2/6/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta,CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan, pendekatan tata ruang tidak lagi bisa dilakukan secara parsial karena dampaknya langsung menyentuh kehidupan masyarakat luas. Tata ruang bukan hanya soal zonasi wilayah atau pembangunan fisik, namun sampai penentu kualitas hidup manusia di masa depan.

Ia menilai hubungan antara pembangunan infrastruktur dan pembentukan peradaban tidak bisa dipisahkan. Jalan, pelabuhan, hingga kawasan industri bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi pemicu perubahan sosial, ekonomi, hingga politik.

"Menata ruang itu infrastruktur adalah bagian penting dalam mengonstruksi peradaban baru. Hubungan antara fisik infrastruktur dengan peradaban itu sesuatu yang terkait," katanya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Senin (9/2/2026).


Sehingga perlunya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam menyusun data ruang. Ia mengakui ilmu tata ruang telah lama berkembang di berbagai perguruan tinggi, namun implementasinya kerap terkendala kepentingan politik dan tarik menarik sektor.

Baca: Pemerintah Bekukan Izin Lahan Industri & Perumahan, Ini Alasannya

Di sisi lain, integrasi antara tata ruang darat dan laut selama ini masih berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kerusakan wilayah pesisir sering kali berakar dari aktivitas di daratan yang tidak terkendali.

"Ruang itu sangat berjenjang, ada darat, bawah tanah, laut, dan udara. Mengintegrasikan antar berbagai level ruang ini menjadi sesuatu yang penting," jelasnya.

Arif juga mengangkat contoh kearifan lokal berupa sistem "sawen" di Nusa Tenggara yang sejak dulu mengatur keseimbangan pemanfaatan hutan, sawah, dan laut secara terpadu berdasarkan waktu dan kebutuhan masyarakat. Prinsip tersebut relevan diterapkan dalam tata kelola modern lintas kabupaten, provinsi, hingga kementerian agar pembangunan tidak lagi terfragmentasi.

"PR kita hari ini adalah bagaimana integrasi spasial antara darat dan laut, karena apa yang terjadi di hulu hampir pasti berdampak ke pesisir," ujar Arif.

Baca: Sentilan Keras AHY, Tunjuk Hidung Biang Masalah Penyebab Macet-Bencana

(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Selamatkan Lahan Sawah Nasional

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Divonis Bebas, Kuasa Hukum Sebut Kasus Mecimapro yang Menyeret Fransiska Dwi Meilani Tak Terbukti Pidana
• 59 menit lalugrid.id
thumb
Bak Gengster, 2 Kelompok Remaja Bawa Sajam Tawuran di Sawangan Depok, 1 Ditangkap Warga
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Pemerintah Sinkronisasi Data BPJS Pastikan Subsidi Tepat
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Angka Kemiskinan Kabupaten Bulukumba Tahun 2025 Mengalami Penurunan
• 6 jam laluterkini.id
thumb
Liverpool Tersungkur di Kandang, Erling Haaland Jadi Mimpi Buruk The Reds Perketat Arsenal
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.