Bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan, sebuah merek kendaraan listrik tidak dinilai semata dari desain, performa, atau teknologi. Penilaian juga dilakukan berdasarkan kekuatan ekosistem, komitmen modal, serta kemampuan menciptakan nilai aset jangka panjang yang berkelanjutan.
Komitmen dan ekosistem Vingroup di Vietnam menjadi alasan perusahaan pembiayaan mulai melihat VinFast sebagai brand yang otomotif yang potensial di Indonesia.
Usai mengunjungi ekosistem Vingroup di Vietnam, Billy dari Adira Finance dan Idota Ginting, Head of KPKB Department Bank Woori Saudara Indonesia, menyampaikan pandangan strategis mengenai bagaimana sektor keuangan Indonesia memandang VinFast. Baca Juga:
Insentif Mobil Listrik dan Hybrid 2026 Masih Dibahas Pemerintah
Mulai dari kompleks manufaktur berteknologi tinggi di Hai Phong hingga ekosistem luas yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan layanan, apa yang mereka saksikan bukan sekadar skala besar, melainkan kapabilitas eksekusi sistemik.
Ekosistem Menumbuhkan Kepercayaan Head of KPKB Department Bank Woori Saudara Indonesia, Idota Ginting mengatakan hal paling berkesan terhadap Vingroup adalah integrasi dan sinkronisasi lintas sektor. “Ini adalah konglomerasi swasta yang mampu membangun ekosistem dalam skala luar biasa. Hal ini mencerminkan visi jangka panjang dan kemampuan eksekusi yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, lembaga keuangan tidak hanya menilai potensi penjualan, tetapi juga ketahanan struktur bisnis. Fondasi ekosistem inilah yang kini mulai direplikasi VinFast di Indonesia. Di tengah percepatan roadmap elektrifikasi nasional dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, strategi VinFast melampaui sekadar peluncuran produk.
VinFast membangun struktur pendukung menyeluruh, mulai dari pengembangan infrastruktur pengisian daya, rencana manufaktur lokal, hingga kemitraan pembiayaan untuk memperluas akses konsumen.
Perwakilan dari Adira Finance, Billy, turut menyambung hal ini. Menurutnya, “Indonesia adalah pasar yang besar dan terus berkembang. Namun strategi jangka panjang sangat penting. Ekosistemlah yang menciptakan kepercayaan.” Baca Juga:
Potensi VinFast Jadi Pilihan 'First Buyer' EV
Idota menambahkan, konsumen Indonesia sangat sensitif terhadap retensi nilai jangka panjang “Saat membeli kendaraan, mereka mempertimbangkan nilainya setelah lima tahun. Layanan purnajual dan nilai jual kembali sangat krusial,” tegasnya.
Oleh karena itu, VinFast terus memperkuat jaringan layanan di Indonesia, Kebijakan garansi yang jelas, ketersediaan suku cadang, serta proses layanan profesional memperkuat kepercayaan bagi pemberi pembiayaan.
Keberadaan fasilitas CKD (Completely Knocked Down) di Indonesia semakin memperkuat persepsi positif tersebut.
“Ketika sebuah merek berinvestasi membangun pabrik, itu menunjukkan komitmen jangka panjang. Pemerintah Indonesia sangat mendukung investasi semacam ini karena menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri nasional,” kata Idota. Potensi Multi-Segmen: Tidak Hanya Roda Empat Selain mobil listrik, segmen sepeda motor listrik di Indonesia juga menarik perhatian besar lembaga keuangan. Sebagai salah satu pasar roda dua terbesar di dunia, volume kendaraan roda dia bergerak lebih cepat dibandingkan segmen mobil listrik penumpang.
“Pasar roda dua di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan roda empat. Sepeda motor listrik memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Billy. Baca Juga:
Melantai di IIMS 2026, VinFast Limo Green Dibanderol Rp299 Juta
Dengan demografi muda dan pertumbuhan pesat platform ride-hailing, EV roda dua tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai aset mendapatkan penghasilan. Dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin, pengguna berpotensi memperoleh pendapatan bersih yang lebih optimal, sekaligus meningkatkan kemampuan pembayaran dan kualitas kredit secara keseluruhan.
Bank Woori Saudara Indonesia melihat keberlanjutan menjadi penentu utama dalam keputusan kemitraan strategis dengan VinFast. “Indonesia membutuhkan investor jangka panjang, bukan hanya untuk lima atau sepuluh tahun, tetapi untuk pembangunan yang berkelanjutan,” terang Idota.
Ekosistem menyeluruh membuat VinFast tak hanya dipersepsikan sebagai pendatang baru yang mengejar pangsa pasar instan, melainkan sebagai brand dengan keunggulan struktural yang siap tumbuh berkelanjutan di industri otomotif tanah air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
