REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, masalah pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah menemui solusi. Menurut dia, tata laksana pembayaran utang proyek Whoosh sedang dirumuskan oleh pemerintah.
"Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden (Prabowo Subianto) sudah bilang. Sudah, sudah beres," ujar Bobby ketika ditemui setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Pemerintah Kucurkan Rp 1,8 Triliun ke PT KAI untuk Pengadaan Trainset
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, KAI Perkuat Transportasi Tangerang Raya
Sambangi Kemenkeu, AHY Bahas Pengembangan Kereta Cepat hingga Surabaya
Bobby menyampaikan, saat ini pemerintah sedang membicarakan tata laksana pembayaran utang tersebut. "Yang terpenting permasalahannya sudah selesai. Tata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai," kata Bobby.
Masalah penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadi sorotan publik, mengingat beban utang nilai proyek membengkak menjadi Rp 116 triliun. Terkait masalah itu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, termasuk detail yang terkait dengan angka.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Termasuk skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah. Perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajaran menteri saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/10/2025) malam WIB.