Lubrizol–VKTR Inisiasi Aliansi Industri untuk Percepatan Pertambangan Berkelanjutan

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta:  Lubrizol bersama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membuka babak baru kolaborasi industri pertambangan melalui penyelenggaraan dialog bertema operasional pertambangan berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan ini menandai pengenalan awal Alliance for Sustainable Mining Operations, sebuah inisiatif yang digagas dan dipimpin oleh pelaku industri.
 
Forum dialog ini menghadirkan diskusi panel lintas pemangku kepentingan sekaligus peluncuran sebuah Green Paper yang memetakan area prioritas serta arah strategis untuk mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.
  Baca juga: ​Wujudkan Amanat Konstitusi, PP 39 Tahun 2025 Jadi Angin Segar bagi Penambang Madina
Dokumen tersebut dirancang sebagai titik awal diskusi bersama, bukan sebagai panduan yang bersifat final, sehingga terbuka terhadap masukan dari mitra industri dan pemangku kepentingan lainnya.
 
Sebagai salah satu sektor kunci perekonomian nasional, industri pertambangan Indonesia memainkan peran penting dalam rantai pasok global.

Namun, besarnya kontribusi tersebut turut diiringi dengan tuntutan yang semakin tinggi terhadap kinerja lingkungan, efisiensi operasional, keselamatan kerja, serta dampak sosial di sekitar wilayah tambang.
 
Tantangan utama yang dihadapi industri saat ini bukan lagi pada ketersediaan komitmen atau kebijakan, melainkan pada bagaimana menerjemahkan prinsip keberlanjutan ke dalam praktik nyata di lapangan yang kerap menghadapi kondisi operasional yang beragam.
 
Menjawab kebutuhan tersebut, Lubrizol dan VKTR sebagai founding partners menginisiasi Soft Launch Alliance & Dialogue for Sustainable Mining Operations. Platform ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang dipimpin oleh industri, dengan melibatkan perwakilan pemerintah dan pelaku usaha, guna mendorong pertukaran perspektif dan pengalaman dalam memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan.
 
Vice President Asia Pacific Lubrizol, Henry Liu, menegaskan bahwa isu keberlanjutan di sektor pertambangan tidak dapat diselesaikan secara parsial.
 
“Pertambangan berkelanjutan melibatkan tantangan operasional, lingkungan, dan sosial yang saling berkaitan. Melalui dialog dan aliansi ini, kami ingin menghadirkan wadah kolaboratif untuk menyatukan pandangan, mengonsolidasikan keahlian lintas pemangku kepentingan, dan mendorong terciptanya ekosistem pertambangan yang lebih terintegrasi serta efisien dalam jangka panjang,” ujarnya.
 
Aliansi ini dirancang sebagai kerangka kolaborasi jangka panjang dengan fokus pada empat pilar utama. Pilar tersebut mencakup pembangunan kapabilitas, termasuk dukungan terhadap transisi energi yang lebih bersih dalam operasional pertambangan, seperti pemanfaatan biodiesel; adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keselamatan pada peralatan dan mesin berat; penguatan infrastruktur melalui penerapan ilmu material maju guna meningkatkan efisiensi proses kimia, pengolahan air, dan pengelolaan bahan kimia; serta pengembangan masyarakat dengan penekanan pada pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
 
Ke depan, Alliance for Sustainable Mining Operations akan terus berinteraksi dengan para pemangku kepentingan industri untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan. Seluruh inisiatif tersebut akan mengacu pada hasil dialog serta peta jalan yang tertuang dalam Green Paper, dengan tujuan memastikan dampak yang terukur dan berkelanjutan, melampaui sekadar kegiatan peluncuran.
 
Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi, menambahkan bahwa cara pandang dunia usaha terhadap keberlanjutan juga tengah mengalami pergeseran.
 
“Selama ini, keberlanjutan sering dipersepsikan sebagai beban tambahan. Kini, semakin banyak pelaku usaha yang melihatnya sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Melalui aliansi ini, terdapat peluang untuk memastikan bahwa praktik keberlanjutan tidak hanya ideal secara konsep, tetapi juga relevan, aplikatif, dan selaras dengan dinamika rantai nilai pertambangan,” tuturnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Unika Atma Jaya Jadi Kampus Swasta Nomor 1 Bidang Kedokteran Versi THE 2026
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Koalisi Sanae Takaichi Menang Telak, Diproyeksi Kuasai Dua Pertiga Parlemen Jepang
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hari Pers Nasional, Istana Ajak Lawan Hoaks dan Disinformasi
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Dominasi Platform Global Disebut Memicu PHK Media
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kejar Target Ramadan, Pemkab Pidie Jaya Kebut Huntara bagi 12 Ribu Pengungsi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.