Istana Kepresidenan menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9%. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah tidak menjadikan angka survei sebagai target utama.
“Sesungguhnya bukan itu yang kami kejar, bukan hasil survei. Yang pemerintah kejar adalah mempercepat program-program yang memang pemerintah yakini bisa mengurangi beban dan masalah yang ada di masyarakat,” kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (9/2).
Prasetyo mengatakan fokus pemerintah adalah mempercepat pelaksanaan program-program yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti penanganan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, hasil survei hanyalah cerminan penerimaan masyarakat, sementara pemerintah tetap mengutamakan efektivitas program.
Ia mencontohkan target pemerintah untuk merampungkan renovasi sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia masih memerlukan waktu 2–3 tahun.
“Sesungguhnya pemerintah juga masih banyak yang belum puas terhadap program-program yang kita ingin cepat bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, cepat bisa mengurangi kesulitan masyarakat, dan itu juga belum semuanya, masih butuh waktu,” ujarnya.
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas publik merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto. Survei yang melibatkan 1.220 responden yang merupakan WNI minimal berumur 17 tahun dalam kurun 15-21 Januari 2026, menunjukkan sebanyak 79,9 persen puas atas kinerja Prabowo.
"Jadi secara umum tidak terlalu berbeda dengan approval rating Presiden Prabowo Januari 2025 dibanding Januari 2026," kata founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dikutip Senin (9/2).
Burhanuddin menjelaskan, sebanyak 13 persen responden menyatakan "sangat puas", 66,9 persen responden menyatakan "puas", sedangkan 17,1 persen responden menyatakan "kurang puas", dan tidak 2,2 persen responden menyatakan "tidak puas sama sekali". Adapun sisanya yakni 0,8 persen responden tidak tahu/tidak jawab.
Dia mengatakan persentase angka kepuasan atau "approval rating" yang didapat Prabowo itu cukup tinggi untuk ukuran seorang presiden. Bahkan, kata dia, angka itu lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di awal-awal pemerintahannya tahun 2004, dan Presiden Ke-7 Joko Widodo pada 2014 setelah memenangkan Pilpres.


