JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memastikan bakal mempercepat sertifikasi halal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan melatih kepala dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyelia halal.
Kepala BPJPH Haikal Hassan mengatakan, langkah tersebut menjadi strategi utama untuk memastikan standar kehalalan MBG sebagai program unggulan Presiden.
“Yang terakhir, menjawab pertanyaan bapak tadi, akselerasi sertifikasi halal SPPG. Ini program yang kudu, yang musti dan wajib kita jalankan seiring dengan menyambut presiden tentang MBG,” ujar Haikal dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (9/2/2026).
Baca juga: BPJPH Tegaskan Daging Babi dan Alkohol Boleh Dijual Asal Diberi Logo
Haikal menjelaskan, percepatan sertifikasi dilakukan dengan menjadikan seluruh kepala dapur MBG sebagai penyelia halal.
Menurut dia, skema tersebut merupakan cara paling cepat untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Haikal mengatakan, kepala dapur yang telah dilatih akan memiliki kemampuan untuk mengevaluasi seluruh bahan yang digunakan dalam penyediaan makanan MBG.
“Jadi dia tahu, dia bisa evaluasi, dia bisa lihat minyaknya, dia bisa lihat bahan bakunya, dia bisa lihat kecapnya, dia bisa lihat semua itu,” ujar dia.
Baca juga: BPJPH Pastikan Kabar RI Diminta Setop Sertifikasi Halal Usai Gabung Board of Peace Hoaks
Menurut Haikal, para penyelia halal tersebut akan menjadi perpanjangan tangan BPJPH di lapangan dan dapat mengambil tindakan langsung apabila ditemukan pelanggaran standar halal.
“Mereka adalah perpanjangan tangan kita. Apabila ada hal yang tidak memenuhi standar, mereka bisa mengambil tindakan langsung, dan kami akan melihat secara random keseluruhan dapur MBG,” kata Haikal.
Hingga saat ini, BPJPH telah melatih 3.168 penyelia halal, tetapi jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal mengingat jumlah dapur MBG yang diperkirakan mencapai 20.000 unit.
Penjelasan ini disampaikan Haikal sebagai respons atas sorotan anggota Komisi VIII DPR RI Aprozi Alam mengenai belum adanya sertifikat halal pada dapur MBG.
Baca juga: MBG di Jakarta Capai 60 Persen, 475 SPPG Beroperasi
Menurut Aprozi, hingga kini dapur MBG dan juru sembelih ayam di sejumlah daerah belum mengantongi sertifikat halal.
“Kita sudah bicara tentang produk halal sampai mendunia, bahkan bapak sendiri dianggap menjadi presiden halal, negara halal. Cuma perlu menjadi catatan, bapak, kita tahu produk unggulan bapak presiden masalah MBG, belum satu pun yang saya temukan di dapil saya atau di Provinsi Lampung, tukang potongnya punya sertifikat halal,” ujar Aprozi.
Dia mengatakan, tidak hanya juru sembelih ayam, dapur MBG juga belum memiliki sertifikat halal sehingga menimbulkan keraguan terhadap kehalalan bahan pangan yang digunakan.
“Termasuk dapur MBG-nya pun belum memiliki sertifikat halal. Saya masih meragukan apakah daging itu daging babi, apakah itu daging sapi karena tidak memiliki sertifikat halal,” kata Aprozi.
Baca juga: Survei Mayoritas Publik Puas Hasil MBG, Kepala BGN: Kami Berusaha yang Terbaik


