Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyerukan perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan inovasi dalam menangani permasalahan sampah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Universitas Islam Bandung (Unisba) juga Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu (7/2/2026).
Dalam peninjuan tersebut, Mendiktisaintek berdialog langsung dengan tim teknis perguruan tinggi terkait aspek teknologi, operasional, biaya, hingga standar lingkungan.
"Yang kita dorong justru bagaimana teknologinya bisa memenuhi standar lingkungan dan bisa diuji secara terbuka," katanya melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menekankan kampus memiliki posisi stategis sebagai pusat riset, pengujian, dan pengembangan teknologi, termasuk dalam memastikan pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan keamanan lingkungan.
Dengan mentransformasi potensi teknologi yang ada, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Teknologi Pengolahan Sampah di KampusBeberapa perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), telah mulai mengembangkan fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi. Fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dalam menangani limbah.
Unisba dan ITB telah mengimplementasikan metode pengolahan canggih seperti teknologi plasma dan termal. Teknologi plasma yang digunakan bertujuan untuk memecah gas berbahaya yang dihasilkan dalam proses pengolahan, sehingga emisi yang dihasilkan dapat dinetralisir dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Dalam dialog yang berlangsung, Rektor Unisba, Harits Nu’man, menyatakan bahwa sistem tersebut sudah melalui beberapa uji coba untuk memastikan keselamatan dan efektivitasnya.
Selain itu, ITB juga sedang mengembangkan sistem pemilahan sampah yang lebih terstruktur, memisahkan antara sampah organik, yang dapat didaur ulang, serta residu. Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyatakan bahwa sertifikasi akan dilakukan setelah uji coba sistem untuk memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar siap digunakan di lapangan.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah DaerahKolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting untuk peningkatan efektivitas dalam penanganan sampah.
Brian mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar teknologi pengelolaan sampah berbasis kampus dapat diterapkan sesuai kebutuhan wilayah.
Seperti yang diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan seluruh jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk konsisten dalam melakukan penanganan sampah.
Melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) aksi nyata penanganan darurat sampah juga sudah dilakukan.
Hal tersebut menjadi langkah konkret untuk penguatan konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)

