Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program untuk menghadirkan psikolog ke sekolah sebagai upaya mendeteksi dini serta menangani persoalan kesehatan mental pelajar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan dan intervensi sejak dini.
“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” kata Farhan saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Minggu.
Baca juga: Wali Kota sebut 10 ribu siswa di Kota Bandung alami gangguan mental
Ia menjelaskan gangguan kesehatan mental tidak muncul secara tiba-tiba. Stres yang berkepanjangan, menurutnya, dapat berkembang menjadi depresi dan pada kondisi ekstrem memicu munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup.
Selain itu, ia menyoroti tekanan sosial di era digital yang membuat anak-anak semakin rentan. Jika sebelumnya perundungan hanya terjadi di lingkungan sekolah, kini ejekan dapat menyebar luas melalui media sosial.
“Sekarang satu kesalahan bisa ditertawakan satu dunia. Tekanan psikologisnya jauh lebih berat. Ini berbahaya kalau kita anggap sepele,” ujar dia.
Baca juga: Pemkot Bandung kaji penamaan taman kota berbasis sejarah
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung menyiapkan program intervensi kesehatan mental di sekolah dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), psikolog, serta psikolog klinis untuk melakukan asesmen dan pendampingan langsung kepada siswa.
Menurut dia, langkah tersebut bukan bentuk pelabelan negatif, melainkan upaya perlindungan agar anak memperoleh dukungan yang tepat.
“Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua,” katanya.
Baca juga: Farhan komitmen perkuat Bandung jadi pusat literasi nasional
Sebelumnya, Farhan menyebut sekitar 10 ribu siswa di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” Wali Kota Farhan menyampaikan data yang ia punya.
Baca juga: Soal satwa stres di Bandung Zoo, Farhan tunggu hasil kajian Kemenhut
Baca juga: Farhan fokus benahi parkir dan PKL dampak proyek BRT Bandung Raya
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan dan intervensi sejak dini.
“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” kata Farhan saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Minggu.
Baca juga: Wali Kota sebut 10 ribu siswa di Kota Bandung alami gangguan mental
Ia menjelaskan gangguan kesehatan mental tidak muncul secara tiba-tiba. Stres yang berkepanjangan, menurutnya, dapat berkembang menjadi depresi dan pada kondisi ekstrem memicu munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup.
Selain itu, ia menyoroti tekanan sosial di era digital yang membuat anak-anak semakin rentan. Jika sebelumnya perundungan hanya terjadi di lingkungan sekolah, kini ejekan dapat menyebar luas melalui media sosial.
“Sekarang satu kesalahan bisa ditertawakan satu dunia. Tekanan psikologisnya jauh lebih berat. Ini berbahaya kalau kita anggap sepele,” ujar dia.
Baca juga: Pemkot Bandung kaji penamaan taman kota berbasis sejarah
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung menyiapkan program intervensi kesehatan mental di sekolah dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), psikolog, serta psikolog klinis untuk melakukan asesmen dan pendampingan langsung kepada siswa.
Menurut dia, langkah tersebut bukan bentuk pelabelan negatif, melainkan upaya perlindungan agar anak memperoleh dukungan yang tepat.
“Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua,” katanya.
Baca juga: Farhan komitmen perkuat Bandung jadi pusat literasi nasional
Sebelumnya, Farhan menyebut sekitar 10 ribu siswa di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” Wali Kota Farhan menyampaikan data yang ia punya.
Baca juga: Soal satwa stres di Bandung Zoo, Farhan tunggu hasil kajian Kemenhut
Baca juga: Farhan fokus benahi parkir dan PKL dampak proyek BRT Bandung Raya



