Pemkot Bandung hadirkan psikolog ke sekolah deteksi kesehatan mental

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program untuk menghadirkan psikolog ke sekolah sebagai upaya mendeteksi dini serta menangani persoalan kesehatan mental pelajar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan dan intervensi sejak dini.

“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” kata Farhan saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Minggu.

Baca juga: Wali Kota sebut 10 ribu siswa di Kota Bandung alami gangguan mental

Ia menjelaskan gangguan kesehatan mental tidak muncul secara tiba-tiba. Stres yang berkepanjangan, menurutnya, dapat berkembang menjadi depresi dan pada kondisi ekstrem memicu munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup.

Selain itu, ia menyoroti tekanan sosial di era digital yang membuat anak-anak semakin rentan. Jika sebelumnya perundungan hanya terjadi di lingkungan sekolah, kini ejekan dapat menyebar luas melalui media sosial.

“Sekarang satu kesalahan bisa ditertawakan satu dunia. Tekanan psikologisnya jauh lebih berat. Ini berbahaya kalau kita anggap sepele,” ujar dia.

Baca juga: Pemkot Bandung kaji penamaan taman kota berbasis sejarah

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung menyiapkan program intervensi kesehatan mental di sekolah dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), psikolog, serta psikolog klinis untuk melakukan asesmen dan pendampingan langsung kepada siswa.

Menurut dia, langkah tersebut bukan bentuk pelabelan negatif, melainkan upaya perlindungan agar anak memperoleh dukungan yang tepat.

“Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua,” katanya.

Baca juga: Farhan komitmen perkuat Bandung jadi pusat literasi nasional

Sebelumnya, Farhan menyebut sekitar 10 ribu siswa di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” Wali Kota Farhan menyampaikan data yang ia punya.

Baca juga: Soal satwa stres di Bandung Zoo, Farhan tunggu hasil kajian Kemenhut

Baca juga: Farhan fokus benahi parkir dan PKL dampak proyek BRT Bandung Raya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prajurit Kopassus Ini Tak Mau Bocorkan Lokasi Pasukannya Meski Kaki Ditembak hingga Diamputasi
• 20 jam laluokezone.com
thumb
7 Fakta Menarik Usai Barcelona Hajar Mallorca 3-0
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Kabar Wanita Hilang di Jakbar Ternyata di Jaktim Bareng Pria
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pengakuan Jujur Pelatih Iran Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia di Final Piala Asia 2026
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.