Anggota DPR Minta KIP-K Diperluas: Cegah Calon Mahasiswa Bunuh Diri

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Anggota Komisi X DPR RI dari PKB, Andi Muawiyah meminta Kemendikti Saintek untuk memperluas cakupan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Menurutnya, hal itu bisa mencegah risiko calon mahasiswa bunuh diri karena tak bisa berkuliah akibat terkendala biaya.

Hal itu ia sampaikan saat rapat kerja bersama Sekjen Kemendikti Saintek, Togar Mangihut Simatupang di DPR, Senin (9/2). Menurutnya, KIP-K merupakan tumpuan bagi banyaknya mahasiswa di luar Jawa.

“Jangan sampai program seksi kita di Komisi X soal KIP itu dikurangi, kalau bisa ditambah. Mumpung kita bertemu ini Pak Sekjen, jangan sampai karena ini betul-betul tumpuan, harapan mahasiswa-harapan kita terutama di luar Jawa sana. Luar biasa ini mengharapkan betul,” ucap Andi,

“Kalau untuk SD, SMP, SMU, PIP-nya tapi untuk perguruan tinggi yang sangat langka, masih sangat langka itu tentang KIP kuliah ini. Harus dipertahankan atau volumenya diperluas,” tambahnya.

Andi pun menyinggung kasus anak kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yohanes Bastian Roja meninggal dunia usai gantung diri.

Anak itu diduga mengakhiri hidupnya akibat himpitan ekonomi dan terungkap sempat meminta pencairan PIP namun terkendala administrasi.

Andi menyebut tak mau hal itu terulang lagi. Dengan banyaknya KIP-K yang diberikan, risiko calon mahasiswa bunuh diri karena ekonomi bisa dikurangi.

“Kemarin kita mendengarkan ada anak gantung diri di NTT, mudah-mudahan tidak ada calon mahasiswa yang bunuh diri karena tak bisa masuk perguruan tinggi karena tidak punya biaya,” tandasnya.

Kasus yang disinggung Andi, yakni kematian Yohanes Bastian Roja. Yohanes mengembuskan napas terakhir di dekat pondok sederhana tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun.

Sebelum berpulang, ia meninggalkan sepucuk surat menyentuh dalam bahasa daerah Ngada yang ditujukan untuk ibundanya, Mama Reti.

“Mama, saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis, Mama... Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal, Mama," tulis YBS dalam surat yang diakhiri dengan gambar emoji menangis tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI-Polri & Warga Bersihkan Sampah di Curuh Tangerang | KOMPAS PAG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Longsor di Yalimo Putus Jalur Trans-Papua, Polisi Imbau Warga Tunda Perjalanan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dilantik Jadi Ketum KONI NTT, Gubernur Melki Siap Sukseskan PON XXII 2028
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemenkes Pastikan Tidak Ada Lagi Pasien Cuci Darah Ditolak RS
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Survei Indikator: Masyarakat Percaya Pemerintah Serius Tangani Korupsi Kelas Kakap
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.