Mensos Targetkan Perluasan Digitalisasi Bansos Bisa Tekan Eror Data di Bawah 5%

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) menunjukkan hasil positif dalam tahap uji coba (piloting), khususnya yang dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dengan program ini, Kemensos menargetkan tingkat kesalahan penyaluran bansos dapat ditekan hingga di bawah 10 atau 5 persen.

“Jadi ini kita lihat hasil di Banyuwangi cukup mengejutkan dan cukup membuat kita lega juga. Karena dengan adanya digitalisasi Bansos ini kita bisa mengetahui tentang kondisi objektif bansos yang kita salurkan,” jelas Gus Ipul di Kantor Kemensos, Senen, Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Ia menjelaskan, digitalisasi bansos memanfaatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako sebagai basis pengukuran di lapangan. Dari situ, pemerintah dapat membandingkan tingkat kesalahan antara data lama dan data terbaru.

“Dengan adanya digitalisasi bansos itu kita lihat ketika menggunakan data yang lama atau DTKS berapa error-nya, setelah menggunakan DTSEN berapa error-nya,” kata Gus Ipul.

Melalui digitalisasi, pemerintah menargetkan tingkat kesalahan penyaluran bansos dapat ditekan secara signifikan.

“Nah dengan adanya digitalisasi Bansos, kita harapkan nanti error-nya sudah di bawah 10 atau 5 persen. Itu yang kita harapkan. Ini cukup melegakan kita semua ya ada proses yang berbasis bukti gitu, evidence based. Ini tidak ngarang tapi ini adalah fakta di lapangan yang kita temukan,” ujarnya.

Seiring dengan itu, Gus Ipul mengungkapkan penyaluran bansos triwulan pertama tahun ini masih terus berjalan.

“Untuk bansos yang triwulan pertama ini kita sudah salur ya, masih dalam proses. Yang 23% sekarang sudah berada di tangan Keluarga Penerima Manfaat, sisanya masih dalam proses,” kata dia.

Terkait perluasan piloting digitalisasi bansos, Gus Ipul memastikan program tersebut sudah berjalan dan tengah memasuki tahap awal.

“Ya itu udah jalan. Di Banyuwangi sedang dievaluasi atau difinalisasi kalau yang Banyuwangi. Sementara yang piloting sudah mulai berjalan ya, di tahap awal. Persiapan, sosialisasi, ini masih tahap pertama. Mudah-mudahan tiga empat bulan lagi udah selesai,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengapa piloting banyak dimulai di wilayah Jawa, Gus Ipul menegaskan hal tersebut bukan soal penetrasi, melainkan kesiapan infrastruktur.

“Piloting itu pertama di Banyuwangi yang dianggap sarana-prasarananya, sarana-prasarana pendukungnya siap, gitu kan,” jelas Gus Ipul.

“Kan harus ada itu misalnya sudah ada tadi data center, sudah ada SDM-nya, sudah ada beberapa kali sebelumnya itu mungkin ada pemutakhiran gitu. Jadi memang ada ukuran-ukurannya itu,” lanjutnya.

Saat ini, piloting digitalisasi bansos telah diperluas ke puluhan titik, termasuk di luar Pulau Jawa.

“Nah sekarang setelah satu tempat, sekarang di 40 tempat, itu termasuk di luar Jawa,” katanya.

Selain piloting, Kemensos mulai melakukan sosialisasi secara nasional terkait program penguatan Operator Data Desa yang merupakan kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

“Tapi untuk sosialisasi pertama ini kita akan lewat daring dan itu menjangkau seluruh Indonesia insya Allah. Jadi ini masa-masa sosialisasi aja dulu,” ujar Gus Ipul.

Daerah di Pulau Jawa dijadikan sebagai tempat percontohan di awal, karena menurutnya siap secara infrastruktur dan daerah.

“Yang piloting itu tadi kepada infrastruktur dan kesiapan lah. Kesiapan daerah. Misalnya kita cari yang memang Puskesos sudah jalan misalnya di situ. Ya kan ini bisa jadi contoh gitu, yang nanti bisa kita duplikasi. Jadi ada memang sekarang ini Puskesos yang jalan gitu,” kata Gus Ipul.

“Jadi dulu itu pernah kita sampai punya 8.000 Puskesos aktif. Tapi sekarang mungkin tinggal 800 karena cukup lama ya, dianggap aja tidak, tidak dapat perhatian lagi, dalam tanda kutip ditinggalkan. Padahal Puskesos ini lihat kebutuhannya ya, sangat mendesak ya di desa itu untuk bisa merespons berbagai masalah,” tambahnya.

Ia menegaskan, ke depan seluruh wilayah Indonesia tetap menjadi target implementasi, meski dilakukan secara bertahap.

“Jadi ini tadi kita mulai di sini nanti setelah itu kita akan coba menjangkau luar Jawa. Kita sedang memikirkan bagaimana Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, setelah itu nanti juga ke Papua dan Aceh,” kata Gus Ipul.

“Tapi pada dasarnya semua akan kita jangkau, semuanya akan kita jangkau,” lanjut dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan BGN, Ini Isinya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Mensos: 11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Bisa Direaktivasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Transisi Energi dan Pertanyaan tentang Kendali Negara
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Berkas Tiga Tersangka Segera Dilimpahkan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Sule Bongkar Kejanggalan Teddy Pardiyana Satroni Bank 2 Hari Sebelum Putri Delina, Isi Safety Box Lina Jubaedah Ludes?
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.