JAKARTA, KOMPAS.com - FF (16), siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menjadi korban penyiraman air keras oleh pelajar di Cempaka Putih sempat mengira akan menjadi sasaran begal sebelum disiram oleh pelaku.
Menurut penuturan ayah FF, Endi, anaknya menceritakan peristiwa itu terjadi saat pulang sekolah, sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (6/2/2026).
Saat itu, FF dan kedua rekannya berboncengan tiga menggunakan satu motor untuk pulang.
"Dari arah berlawanan, ada motor mendekat, mepet gitu. Dikiranya mau dibegal atau ditabrak," ujar Endi saat dijumpai Kompas.com di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (8/2/2026).
Baca juga: Korban Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih Masih Bisa Melihat, tapi Samar
Salah satu pelajar yang naik motor itu tiba-tiba menyiramkan air keras dan mengenai FF.
Ternyata siraman itu mengenai wajah dan matanya sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Cempaka Putih.
Selanjutnya, FF dirujuk ke salah satu RS khusus mata di Jakarta Timur.
Di RS, FF mendapat penanganan dengan kedua matanya langsung dipasang perban.
"Setelah maghrib dipasang perban, lalu malam sudah bisa pulang setelah mendapat penanganan itu," tutur Endi.
Sementara itu, dua teman FF lain tidak terkena siraman air pada bagian wajah sehingga kondisinya aman.
Langsung lapor polisi
Endi mengungkapkan, ketika peristiwa terjadi ia masih bekerja. Dia tahu anaknya terkena musibah saat ditelepon oleh orangtua salah satu teman FF yang berboncengan bersama.
Setelah berkomunikasi dengan sang istri dan FF, Endi melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke Polsek Cempaka Putih pada Jumat malam.
"Saya langsung buat laporan. Kemudian dibantu mencari rekaman CCTV di lokasi kejadian," ungkap Endi.
Baca juga: 3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK Jakpus Kabur ke Luar Kota Sebelum Ditangkap
Usai melihat rekaman CCTV dan informasi sementara yang dihimpun Polsek Cempaka Putih, Endi disarankan untuk melaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.