Dorong Tambang Berkelanjutan, Lubrizol dan VKTR Luncurkan Aliansi Strategis

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lubrizol, bersama VKTR sebagai founding partner, menyelenggarakan dialog industri mengenai operasional pertambangan berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengenalan awal Alliance for Sustainable Mining Operations, sebuah inisiatif kolaboratif yang dipimpin oleh pelaku industri.

Sektor pertambangan Indonesia memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional serta rantai pasok global. Seiring dengan peran tersebut, perhatian terhadap kinerja lingkungan, efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan dampak terhadap masyarakat menjadi semakin penting.

Menjawab tantangan tersebut, Lubrizol dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebagai founding partners menginisiasi Soft Launch Alliance & Dialogue for Sustainable Mining Operations sebagai platform dialog yang dipimpin oleh industri. Forum ini dirancang untuk mendorong diskusi konstruktif mengenai penguatan praktik pertambangan berkelanjutan, dengan melibatkan perwakilan pemerintah dan pelaku industri.

Henry Liu, Vice President Asia Pacific Lubrizol, menyampaikan bahwa tantangan keberlanjutan dalam sektor pertambangan bersifat kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Pertambangan berkelanjutan menghadirkan tantangan operasional, lingkungan, dan sosial yang saling terkait. Dialog dan Aliansi ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi industri untuk menyelaraskan perspektif, menghimpun keahlian lintas pemangku kepentingan, serta mendukung terciptanya ekosistem pertambangan yang lebih terintegrasi dan efisien dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Alliance for Sustainable Mining Operations, akan memfokuskan kegiatannya pada empat pilar utama, yaitu:

  • Pembangunan kapabilitas, termasuk dukungan terhadap adopsi energi yang lebih bersih dalam operasional pertambangan, seperti penggunaan biodiesel;
  • Adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan pada peralatan dan mesin berat;
  • Peningkatan infrastruktur melalui pemanfaatan ilmu material maju guna meningkatkan efisiensi dalam proses kimia, pengolahan air, dan manajemen bahan kimia; serta
  • Pengembangan masyarakat, dengan penekanan pada pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang terampil.

Indah Permatasari Saugi, Chief of Corporate Affairs VKTR, menambahkan bahwa persepsi terhadap keberlanjutan dalam dunia usaha juga terus berkembang. “Selama ini, keberlanjutan kerap dipandang sebagai kewajiban tambahan. Kini, pandangan tersebut mulai berubah. Melalui Aliansi ini, terdapat peluang untuk mengintegrasikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis. Karena itu, partisipasi aktif pelaku industri menjadi kunci agar inisiatif keberlanjutan benar-benar praktis, efektif, dan selaras dengan realitas rantai nilai pertambangan,” ujarnya.

Ke depan, Aliansi akan terus berinteraksi dengan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat dijalankan, dengan mengacu pada hasil dialog serta peta jalan yang tertuang dalam Green Paper. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan inisiatif tersebut menghasilkan dampak nyata dan kemajuan yang berkelanjutan, melampaui kegiatan peluncuran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Populer Ekonomi: Ciri-Ciri Masyarakat Kelas Bawah hingga Kenali Perak Asli
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelibatan Militer Mengatasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Fokus Ibadah, Ivan Gunawan Berencana Kurangi Syuting saat Ramadan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Keseruan Motoride-X Games di IIMS 2026, Fun Race Komunitas Motor | SAPA PAGI
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
5 Berita Populer: Vokalis 3 Doors Down Meninggal; Nia Ramadhani Bantah Isu Cerai
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.