MUN merupakan kegiatan simulasi Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kegiatan ini, siswa dan mahasiswa berperan sebagai delegasi dari suatu negara dan membahas isu-isu global layaknya Sidang PBB sungguhan.
MUN merupakan forum diskusi formal yang meniru sistem kerja PBB. Peserta akan mewakili satu negara tertentu, lalu berdiskusi, bernegosiasi, dan merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan dunia, seperti perubahan iklim, konflik internasional, pendidikan, kesehatan global, hingga hak asasi manusia.
"Hari ini, kita tidak hanya membuka chapter. Tetapi kita menyiapkan generasi muda untuk memimpin dunia yang dibentuk oleh perubahan yang pesat dan peluang yang tak terbatas." kata President IGN, Muhammad Fahrizal, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan edisi AYIMUN pada 7-8 Februari 2026 itu bentuk dukungan IGN terhadap pengembangan generasi muda melalui program edukasi internasional. Sejauh ini, IGN sudah menggelar Asia AYIMUN selaku konferensi MUN terbesar di kawasan Asia Pasifik, dan Asia World Model United Nations (AWMUN) sudah diikuti oleh ribuan delegasi dari lebih dari 180 negara.
Pada AYIMUN Kelapa Gading Chapter ini, sebanyak 158 peserta resmi lolos seleksi dari 231 peserta yang terdaftar. Dengan para peserta yang berasal dari lebih dari 35 sekolah dan universitas di Jabodetabek, Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya yang mencakup jenjang SD, SMP SMA, dan universitas.
Baca Juga :
Top! SMA Labschool Jakarta Sabet Penghargaan Tertinggi di AYIMUN 2026 Malaysia"AYIMUN Kelapa Gading Chapter hadir sebagai event Model United Nations (MUN) berskala regional. Konferensi ini menegaskan tujuan AYIMUN untuk membawa pengalaman MUN lebih dekat kepada pelajar lokal, sehingga siswa dari berbagai daerah dapat mengakses pembelajaran diplomasi internasional lebih dekat," ujar dia.
Di konferensi ini, peserta mengikuti beragam sesi diskusi dan simulasi sidang diplomasi. Termasuk negosiasi serta penyusunan dokumen penyelesaian yang meniru proses sidang diplomasi global di United Nations.
Setiap sesi, peserta dibimbing oleh chairs atau fasilitator berpengalaman agar diskusi berjalan efektif. Peserta diarahkan mampu mempraktikkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah secara langsung.
Tak hanya fokus pada aspek akademik, AYIMUN Kelapa Gading Chapter juga menekankan pembentukan karakter dan kepemimpinan. Peserta belajar berpikir strategis, bekerja sama dalam tim, dan menghargai beragam perspektif, yang menjadi modal penting untuk mempersiapkan mereka sebagai pemimpin di masa depan.
Konferensi ini juga menjadi ruang interaksi antar pelajar dari berbagai daerah. Hal ini membantu memperluas wawasan peserta tentang isu global sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka sebagai calon pemimpin muda.
"Dengan total 158 peserta dari lebih 35 sekolah dan universitas, konferensi ini menegaskan pentingnya pendidikan diplomasi sebagai sarana pengembangan soft skill dan kompetensi global sejak dini," ungkap Fahrizal.
IGN menegaskan kembali misinya untuk menghubungkan pelajar Indonesia dengan diplomasi internasional dan membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. "Konferensi ini membuktikan bahwa simulasi diplomasi dapat diakses oleh siswa lokal tanpa terbatas oleh lokasi atau sumber daya," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)



