Rizky Eka, Jebolan Futsal FAJAR-KFL yang Mencetak Gol Penting PSM Merasakan Dua Gelar: Piala Indonesia dan Super League

harianfajar
22 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Rizky Eka Pratama mungkin tak setenar Syamsul Haeruddin atau Rasyid Bakri dalam sejarah panjang PSM Makassar. Namun winger bernomor punggung 24 itu diam-diam menegaskan satu hal: ia selalu hadir di momen penting.

Golnya ke gawang PSBS Biak pada menit ke-43 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (8/2/2026), bukan sekadar pembuka skor. Ia menjadi pemutus puasa gol pribadinya sekaligus mengakhiri tujuh laga tanpa kemenangan Pasukan Ramang.

Gol itu terasa lebih emosional dari biasanya.

Sebab Rizky Eka bukan pemain yang lahir dari gemerlap sorotan sejak awal. Ia tumbuh dari jalur yang berbeda.

Dari Futsal ke Lapangan Hijau

Sebelum dikenal sebagai winger lincah PSM, Rizky Eka lebih dulu akrab dengan lapangan futsal. Ia merupakan salah satu alumni FAJAR–Keker Futsal League (FAJAR-KFL) 2017, ajang yang menjadi ruang tumbuh talenta muda Sulawesi Selatan.

Dari lapangan yang lebih sempit dan tempo cepat itu, ia belajar kontrol bola, keberanian duel satu lawan satu, serta insting menyerang di ruang sempit—modal yang kini menjadi ciri khas permainannya di sisi sayap.

Namanya mulai mencuat pada musim 2019. Saat itu ia disebut-sebut sebagai wonderkid PSM, bahkan kerap dibandingkan dengan Febri Hariyadi di Persib Bandung karena gaya bermainnya yang eksplosif.

Namun sepak bola selalu menghadirkan fase naik-turun.

Sorotan tajam sempat mengiringi penampilannya. Persaingan di posisi sayap juga tak pernah mudah. Ada Yakob Sayuri dan Yance Sayuri yang lebih dulu mapan. Tetapi Rizky tidak menghilang. Ia bertahan, bekerja, dan menunggu momen.

Gol yang Datang di Waktu Tepat

Musim ini, tekanan semakin terasa. PSM terseok-seok di papan tengah. Tujuh laga tanpa kemenangan menjadi beban psikologis besar.

Maka ketika Rizky Eka mencetak gol pembuka melawan PSBS, itu bukan sekadar statistik di papan skor. Itu adalah pelepasan.

“Syukur alhamdulillah atas hasil yang diberikan Tuhan kepada kami. Ini hasil yang lama kita inginkan. Terima kasih kepada teman-teman yang telah berjuang sehingga kita dapat hasil positif. Semoga ini menjadi momentum untuk lebih baik ke depannya,” ujar Rizky usai laga.

Ia mengakui kepercayaan pelatih menjadi energi tambahan.

“Dengan motivasi diri sendiri untuk tampil lebih baik dan kepercayaan pelatih, saya bisa bermain baik hari ini. Tentunya berkat dukungan teman-teman juga kepada saya.”

Gol itu lahir dari skema rapi—serangan yang dibangun dengan sabar sebelum diselesaikan dengan tenang. Bukan gol kebetulan. Bukan pula gol liar. Itu adalah hasil proses.

Dampak Taktis yang Lebih Luas

Selama ini, PSM kerap bergantung pada striker asing untuk urusan mencetak gol. Ketika kontribusi datang dari sektor sayap, seperti yang dilakukan Rizky Eka, struktur serangan menjadi lebih variatif.

Lawan tak lagi bisa memusatkan penjagaan pada satu titik.

Gol tersebut juga menaikkan moral tim. Tak lama setelah babak kedua dimulai, Gledson Paixao menggandakan keunggulan. Momentum berubah.

Meski PSBS sempat memperkecil skor lewat Ruyery Blanco dan PSM masih menunjukkan celah konsentrasi di akhir laga, kemenangan itu tetap menjadi fondasi psikologis penting.

Pelatih Tomas Trucha pun mengakui timnya belum tampil ideal.

“Kami memulai pertandingan dengan tidak baik. Seharusnya sejak awal kami bermain lebih agresif. Kami butuh waktu untuk menemukan ritme,” ujarnya.

Artinya, pekerjaan rumah masih ada.

Ujian Berikutnya: Persija dan Dewa United

Dalam waktu dekat, PSM akan menghadapi Persija Jakarta dan Dewa United—dua laga yang bisa menentukan arah musim.

Di sinilah kontribusi pemain seperti Rizky Eka menjadi krusial.

Persija identik dengan intensitas tinggi. Dewa United punya kreativitas di lini tengah. Jika Rizky mampu menjaga konsistensi, membuka ruang, dan memanfaatkan transisi cepat, PSM tak hanya mengandalkan striker sebagai solusi.

Dari FAJAR-KFL 2017 hingga mencetak gol penting di Super League, perjalanan Rizky Eka menunjukkan satu pola: ia tumbuh lewat proses, bukan sensasi.

Dan kadang, dalam musim yang limbung seperti ini, bukan nama paling besar yang menjadi penentu.

Tetapi mereka yang tahu kapan harus muncul di momen paling dibutuhkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wabup Gowa Tekankan Perencanaan RKPD 2027 Berbasis Sinergi dan Data
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Bos Apindo Bilang Pengusaha Pilih Selective Expansion, Apa Maksudnya?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cinta Sedalam Rindu Tamat Terhormat, Hanya Kalah dari 2 Program INDOSIAR
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Istana tanggapi survei tingkat kepuasan kinerja Presiden 79,9 persen
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kejar Angka Literasi Keuangan 69,35%, OJK Kembali Lakukan SNLIK
• 58 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.