Bos Apindo Bilang Pengusaha Pilih Selective Expansion, Apa Maksudnya?

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha masih akan berhati-hati di tahun 2026 ini. Pertumbuhan ekonomi RI diprediksi masih akan di level single digit namun angka tinggi, tapi dengan potensi double digit di angka rendah.

Proyeksi itu di tengah upaya pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mendongkrak pertumbuhan. Dalam hal ini, Shinta mengutip kaca mata dari sektor perbankan, peluang tahun ini kategorinya risiko rendah. Sejalan dengan langkah pemerintah mendorong penyaluran pinjaman untuk UMKM, termasuk kelas di bawahnya.

Shinta mengakui, pelaku usaha tahun ini kemungkinan akan lebih memilah-milah sebelum melakukan aksi bisnis maupun memutuskan langkah tertentu. Dalam penegasannya, Shinta memilih istilah selective expansion (ekspansi selektif), daripada wait and see (menahan dan menunggu).


"Saya mungkin lebih suka pakai kata selective expansion. Kalau mau tambah kredit, kita lihat demand pasar. Kalau demand pasar dalam negeri tergantung kondisi sejauh mana pemerintah boost insentif. Sejauh mana bisa mendongkrak purchasing power (daya beli)," katanya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca: Pengusaha Tak Puas Data Ekonomi RI, Cemas Barang di Pabrik Numpuk

Apalagi, sambung dia, ada penurunan kelas yang terjadi di kelompok masyarakat RI. Kondisi ini, kata dia, akan berdampak pada permintaan di pasar dalam negeri.

"Jadi, mau ekspansi lihat demand ada atau tidak. Kalau di luar negeri, misal untuk mereka yang ekspor, masih banyak ketidakpastian. Ada tekanan Amerika dan China. Ini semua akhirnya akan berpengaruh," kata Shinta.

"Dengan tingginya undisbursed loan, dunia usaha menimbang-nimbang. Kita juga lihat cost borrowing di Indonesia masih tinggi. Volatilitas nilai tukar, ketidakpastian suku bunga global. Sehingga, strategi ekspansi bisnis tahun 2026 masih ada pola kehati-hatian," ucapnya.

Karena itu, Shinta menekankan, keputusan pemerintah mendorong pertumbuhan menjadi kunci.

"Karena kondisi belum pasti, sangat berhati-hati, di tahun 2026 ini masih single digit tinggi atau double digit rendah. Kita proyeksi seperti itu," kata Shinta.

Baca: Suku Bunga Sudah Turun, Kredit Tak Kunjung Ngebut: Apa yang Salah?
Foto: Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bos Pengusaha Ungkap Masalah Industri: Biaya Logistik-Gas Mahal

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini Bukti Maroko Telah Menjadi Kekuatan Sepak Bola Global
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Proses Demutualisasi BEI, OJK Tunggu Penerbitan PP
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Meledak di Era Luciano Spalletti, Weston McKennie Jadi Gelandang Tersubur Liga Italia
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bonatua Kantongi Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Ini Kata Pengacara Roy Suryo Cs
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Tangani Konflik Papua, Pemerintah Diminta Hentikan Pendekatan Keamanan
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.