Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang yang berkuasa meraih kemenangan telak bersejarah dalam pemilu kilat akhir pekan lalu. LDP bersama mitra koalisinya mengamankan lebih dari dua pertiga kursi di Majelis Rendah (House of Representatives), sehingga membuka jalan bagi Sanae Takaichi Perdana Menteri melanjutkan agenda kebijakan konservatifnya.
Melansir laporan Anadolu, Senin (9/2/2026), LDP dan mitra koalisi Japan Innovation Party (JIP) memenangkan total 354 kursi dari 465 kursi di majelis rendah. Hasil ini memastikan Sanae Takaichi tetap menjabat sebagai perdana menteri, setelah dilantik pada Oktober tahun lalu.
Dengan perolehan tersebut, LDP menjadi partai pertama di Jepang pascaperang yang berhasil melampaui ambang dua pertiga kursi, yakni 310 kursi, di majelis rendah.
Capaian ini memberi kewenangan besar bagi pemerintahan Takaichi, termasuk peluang untuk mengajukan amandemen konstitusi dan mengesahkan undang-undang meski ditolak oleh Majelis Tinggi (House of Councilors), di mana koalisi pemerintah masih berstatus minoritas.
“Kami memikul tanggung jawab yang sangat besar untuk fokus menunaikan janji-janji kampanye yang telah kami sampaikan,” ujar Sanae Takaichi kepada penyiar publik NHK.
Di sisi lain, partai-partai oposisi secara keseluruhan hanya mampu meraih 111 kursi, turun tajam dibandingkan 230 kursi pada parlemen sebelumnya.
Pemilu ini menjadi pukulan berat bagi aliansi oposisi baru, Centrist Reform Alliance, yang kursinya anjlok dari 167 sebelum pemilu menjadi hanya 49 kursi. Hasil buruk tersebut mendorong para pemimpin bersama aliansi itu, Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito, memberi sinyal akan mengundurkan diri.
Sementara itu, Japan Innovation Party (JIP) hanya menambah dua kursi dari total sebelumnya 34 kursi. Dalam pemilu ini, LDP dan JIP diketahui tidak melakukan koordinasi pencalonan kandidat.
Partai Sanseito, kelompok populis yang dikenal dengan slogan “Japanese First”, mencatat kenaikan signifikan dengan meraih 15 kursi, naik dari sebelumnya hanya dua kursi. Adapun Partai Team Mirai berhasil masuk parlemen untuk pertama kalinya dengan mengamankan 11 kursi.
Tingkat partisipasi pemilih tercatat sedikit di atas 56 persen, meningkat sekitar dua poin persentase dibandingkan pemilu sebelumnya. Sekitar 1.300 kandidat bersaing memperebutkan 465 kursi majelis rendah, dengan 289 kursi diperebutkan melalui daerah pemilihan satu kursi dan 176 kursi dialokasikan lewat sistem perwakilan proporsional di 11 blok regional di seluruh Jepang. (bil/ipg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)

